Breaking News:

Kuliner Mataram

Inilah Serabi Sasak, Menu Sarapan Ringan Khas Mataram, NTB, Bulat, Manis, Lembut di Mulut, Mak Nyus!

Inilah serabi sasak, kudapan untuk sarapn khas di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bulat, manis, lembut saat di mulut, mak nyus!

Kompas TV / Fitri Rahmawati
Serabi sasak, menu sarapan khas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) 

Orang tua bocah penggemar serabi pun membujuk anaknya yang menangis tak kebagian serabi.

Parutan kelapa yang disebar di serabi dan lupis serta sentuhan kentalnya gula merah, membuat mata tak berkedip ingin segera pulang dan menikmati serabi bersama keluarga.

“Enak ya serabinya, gulanya enak, serabinya lembut, pingin lagi, pingin lagi terus serabinya,” kata Sultan yang menghabiskan sebungkus serabi.

Inilah serabi sasak Mahuri di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari.
Inilah serabi sasak Mahuri di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari.(KOMPAS.COM/FITRI)

Tanti, warga Perumnas secara khusus mengatakan bahwa serabi sasak Mahuri adalah yang terbaik di kota Mataram.

Bukan hanya karena rasanya yang berbeda dengan serabi serabi lainnya yang pernah diburunya, tapi karena bahan bahan serabi Mahuri masih original dan tak mengunakan bahan pengawet termasuk pemanis buatan.

“Serabi ini yang paling dahsyat enaknya, bahan bahannya dari tepung beras, tidak dicampur dengan tepung terigu, lembut dan nyess gurihnya saat menyentuh lidah. Hmm... pokoknya enak apalagi dimakan lagi panas panas itu,” kata Tanti.

Tanti hampir tiap pagi mampir di serabi Mahuri, nongkrong di bawah pohon dan menikmati serabi bersama anak-anaknya.

Serabi Sasak Mahuri hanya ada di pagi. Warga Perumnas telah mengenalnya sejak 20 tahun lalu dan merasakan gurih dan sedapnya serabi Itu.

Inilah serabi sasak Mahuri di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari pelanggan.
Inilah serabi sasak Mahuri di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari pelanggan.(KOMPAS.COM/FITRI)

Mahuri sempat mengadu nasib ke Arab Saudi sekaligus menunaikan ibadah haji. Lima tahun lamanya dia meninggalkan para pemburu serabi. Kini serabi bu Mahuri kembali menawarkan aroma rindu bagi pelanggan setianya.

Penggemar lamanya bahkan masih menyodorkan lembaran Rp 2.000 karena rindu serabi buatannya. Berbekal senyum Mahuri melayani pembelinya dengan cinta. (Fitri Rahmawati/ Kompas TV) 

Sumber: https://travel.kompas.com/read/2018/01/08/082300127/mulai-langka-sarapan-dengan-serabi-sasak-di-lombok

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved