Breaking News:

Obral Janji Akan Menikah, Oknum Guru Olahraga Ini Ajak Kencan Hingga Cabuli 3 Siswinya di Kosan

Pencabulan antara guru olahraga dan siswi SMA ini terjadi di Batam, modusnya janji akan menikah, ajak nonton bioskop dan ke kos sang guru!

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi pencabulan oleh guru 

"Sebelumnya yang bersangkutan (tersangka) sudah juga melakukan pencabulan terhadap korban."

"Akan tetapi kali ini korban menolak. Sehingga karena dipaksa, korban histeris, pelaku panik dan spontan melakukan pembunuhan tersebut," tutur Dicky.

Lanjut Dicky, korban dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi.

Seusai nyawa korban melayang, tersangka masih melampiaskan hasrat seksual kepada korban.

Pelaku lalu meletakan mayat korban di bak mandi dengan ditutup kain bekas dan ember.

Pelaku kemudian berberes dan kabur dari kontrakan.

"Dari hasil autopsi, kita konsisten dengan apa yang kita temukan, ada air di dalam paru-paru, benturan memar di sekitar mulut, ditambah ada sedikit bekas-bekas sperma dari pelaku."

"Setelah dibunuh, dilampiaskan (hasrat seksual pelaku)," beber Dicky.

(wartakota)

Haryanto menyerahkan diri kepada pihak berwajib di kampung halamannya di Polsek Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019).

Kepala polisi, Haryanto telah mengakui perbuatannya membunuh FA (8) yang tidak lain cucu dari pemilik kontrakan yang ditinggalinya.

Di perantauan, Haryanto tinggal di rumah kontrakan di di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Magamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada kesehariannya, Haryanto dikenal sebagai pribadi yang baik dan akrab dengan FA.

Keluarga langsung menyimpan curiga ketika H hilang dari kontrakan bersamaan dengan hilangnya FA.

Sampai akhirnya FA ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar mandi kontrakan Haryanto, Selasa (2/7/2019) pukul 19.00 WIB.

Tubuh korban ditemukan dalam bak mandi terbungkus kain dan tertutup ember.

Haryanto mengaku kabur setelah membunuh FA.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, menerangkan Haryanto sempat berpindah-pindah tempat selama upayanya melarikan diri.

Haryanto sempat melarikan diri ke Surabaya selama dua hari, pindah ke Semarang, Cirebon hingga akhirnya memilih pulang ke Pemalang.

Suhadi menambahkan Haryanto memilih menyerahkan diri setelah tidak tahan merasa dihantui.

“H menyerahkan diri ke Polsek Moga sore tadi, ia mengaku selalu dihantui, dan setelah menceritakan perbuatannya ke keluarganya ia pergi ke Polsek setempat,” kata AKP Suhadi seperti dilansir Tribunstyle.com dari Tribun Jateng, Rabu (3/7/2019) petang.

Heboh Kasus Tukang Bubur Bunuh Bocah SD 8 Tahun di Bogor, Korban Ditemukan di Bak Mandi Kontrakan
Heboh Kasus Tukang Bubur Bunuh Bocah SD 8 Tahun di Bogor, Korban Ditemukan di Bak Mandi Kontrakan (Kolase TribunStyle sumber Tribunnews.com)

Suhadi membenarkan jika Haryanto bekerja sebagai penjual bubur ayam di Bogor.

Kepada polisi, Haryanto mengaku membunuh FA karena terganggu dengan keberadaan bocah tersebut.

Haryanto jengkel melihat sang bocah menganggunya dan nekat melakukan tindakan keji.

“Korban merupakan cucu pemilik kontrakan, ia mengaku jengkel dan melakukan tindakan kejinya."

"Pemicunya karena pelaku kesal saat pulang berdagang diganggu oleh korban,” paparnya.

Kasus tukang bubur bunuh bocah SD 8 tahun itu akan diserahkan ke Polres Bogor.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan kami serahkan ke Polres Bogor,” tambahnya.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved