Breaking News:

Baru Menjabat 2 Hari, Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani Disemprot Jokowi Soal Pemadaman Listrik

Baru menjabat dua hari, Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani disemprot Presiden Jokowi gara-gara pemadaman listrik serentak

Editor: Salma Fenty Irlanda
Warta Kota
Presiden Jokowi datangi PLN 

Ia menolak meladeni wawancara dengan media massa. Jokowi berada di kantor pusat PLN selama 15-20 menit. 

Di tengah situasi yang rumit itu, perusahaan listrik pelat merah tersebut sedang tak mempunya direktur utama definitif.

Bahkan, saat dimarahi Jokowi direksi PLN tak didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tak diketahui secara pasti mengapa Rini tak mendampingi Jokowi saat mendatangi Kantor Pusat PT PLN tersebut.

Sedangkan pucuk pimpinan PLN saat ini masih diemban pelaksana tugas direktur utama, Sripeni Inten Cahyani.

Sripeni sendiri baru diangkat menjadi Plt Direktur Utama PLN pada Kamis (2/8/2019) lalu.

Artinya, saat kinerja PLN tengah disorot masyarakat Sripeni baru menjabat sebagai Plt Direktur Utama selama dua hari.

Sebelum Sripeni, jabatan Plt Direktur Utama PLN diduduki oleh Djoko Abumanan sejak 29 Mei 2019.

Presiden Jokowi Beri Teguran ke PLN: Gak Cuma Merugikan Konsumen, Reputasi PLN Bisa Rusak!

ZODIAK HARI INI Ramalan Zodiak Senin 5 Agustus 2019 Leo Bakalan Mager, Aries Raih Kesuksesan!

Akhir Kehebohan Antara Kimi Hime dengan Kemenkominfo Soal Masalah Konten YouTube-nya

Ungkap Permintaan Maaf untuk Fairuz, Galih Ginanjar: Kamu Ingat Dong, Aku Pernah Rawat Papa Kamu

Djoko dipilih sebagai Plt direktur utama setelah direktur utama definitif PLN, Sofyan Basir ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 23 April 2019 lalu.

Oleh KPK, Sofyan diduga menerima janji pemberian fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Kasus ini muncul setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih saat menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Pemberian suap tersebut diduga dalam rangka penunjukan langsung oleh Sofyan Basir kepada perusahaan Johannes Kotjo untuk menggarap proyek pembangkit listrik tersebut.

Peningkatan proses hukum dari penyelidikan ke penyidikan ini berdasarkan dua alat bukti juga berdasarkan fakta persidangan yang melibatkan empat tersangka sebelumnya, antara lain Eni Saragih, Johannes Kotjo, dan Idrus Marham, Mantan Menteri Sosial yang juga ikut tersangkut dalam kasus tersebut.

Sofyan Basir pun terancam hukuman pidana 20 tahun atas kasus ini. (Kompas.com / AKHDI MARTIN PRATAMA)

Sumber : https://money.kompas.com/read/2019/08/05/135445426/dimarahi-jokowi-pln-tak-didampingi-menteri-bumn-dan-dirut?page=all

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved