Breaking News:

21 Tahun Jadi TKW di Arab Saudi, Tak Ada Kabar Bahkan Tak Pernah Pulang Alis Jauriah Disiksa Majikan

Seorang TKW asal Indonesia, Alis Jauriah 21 tahun hilang karena tak ada kabar dan tak pernah pulang hingga dianggap meninggal dunia, ternyata disiksa!

Kompas.com/Firman Taufiqurrahman
Selpi Lusniawati (27), memerlihatkan foto ibunya, Alis Juariah (46), PMI asal Cianjur, Jawa Barat yang hilang kontak belasan tahun di Arab Saudi dan diduga menjadi korban penganiayaan majikan. 

Kasus perceraian ini diajukan oleh pihak perempuan di Pengadilan Agama Kelas 1 A Kota Pekalongan .

Kepawa wartawan, Nur mengaku syok saat mendapat surat gugatan cerai dari pengadilan yang dibuat oleh sang istri.

Apalagi Nur sudah tujuh tahun menanti kepulangan istrinya.

"Saya sudah tidak bertemu dengan istri selama 7 tahun karena istri saya bekerja di luar negeri."

"Kalau saya bekerja di sini sebagai nelayan."

"Tiga bulan lalu gugatan cerai saya terima," katanya, Kamis (2/5/2019).

Nur tidak menyangka bahtera rumah tangganya dengan sang istri bakal berakhir di meja hijau.

Menurut Nur, sang istri pamit baik-baik bekerja sebagai TKI ke luar negeri.

Setelah tujuh tahun, sang istri datang membawa dua anaknya.

Nur yakin keduanya bukanlah anaknya.

"Setelah saya terima surat gugatan cerai, saya mencari istri saya."

"Ternyata dia sudah membawa dua anak."

"Saya yakin keduanya bukan anak saya," jelasnya.

Nur pun pasrah atas gugatan cerai yang dibuat sang istri.

Dia menanggapi gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kelas 1 A Kota Pekalongan.

"Ya Alhamdulillah kini sudah resmi cerai."

"Pengurusan sangat lumayan cepat hingga mendapatkan legalitas cerai dari negara," ungkapnya.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1 A Kota Pekalongan, Hamid Ansori, membenarkan gugatan cerai oleh istri Nur Rohman.

Dia menambahkan bahwa gugatan cerai yang diajukan oleh istri banyak terjadi di Kota Pekalongan.

Kecamatan Pekalongan Utara, tempat Nur tinggal, menjadi kecamatan dengan kasus perceraian paling banyak.

"Dari awal tahun jumlah perceraian di Kota Pekalongan mencapai 238."

"Khusus gugatan dari istri mencapai 173," kata Hamid.

"Data tahun lalu hingga Agustus, jumlah perceraian ada 320 kasus."

"Berarti mengalami peningkatan karena belum ada lima bulan sudah separuh lebih dibanding tahun lalu," terang Hamid.

Hamid menerangkan banyak wanita mengugat cerai sang suami lantaran faktor ekonomi.

"Untuk data jumlah perceraian di Pekalongan Utara, kami harus membuka file lama."

"Tapi memang mayoritas untuk jumlah gugatan cerai istri paling banyak di Pekalongan Utara."

"Dan pemicunya karena ekonomi ataupun pihak ketiga," tambahnya.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved