Sejak Awal Agustus Rentetan Gempa Terjadi di Zona Subduksi, Ini Penjelasan Ahli

BMKG buka suara soal rentetan gempa yang terjadi sepanjang bulan Agustus ini, akibat dari aktivitas zona subduksi di sekitar Sunda.

Sejak Awal Agustus Rentetan Gempa Terjadi di Zona Subduksi, Ini Penjelasan Ahli
Tribun Solo
Ilustrasi gempa bumi 

Nilai “B-value” rendah artinya di zona itu masih menyimpan tegangan yang tinggi, yang berpotensi terjadi gempa besar.

Kedua, di zona tersebut ada fenomena migrasi percepatan titik hiposenter yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama.

Selain itu juga teridentifikasi adanya “repeating earthquakes”. Cirinya gempa ini berulang-ulang dan terjadi di segmen tersebut.

Secara sederhananya, ini menunjukkan ada sebuah proses yang semakin lama semakin intensif sebelum muncul gempa utamanya (mainshock).

"Aktivitas ini mirip kalau kita mau mematahkan kayu, perlahan-lahan ada retakan-retakan kecil sebelum benar-benar terpatahkan," ujar Daryono memberi perumpaan.

Viral Siswi SMA Temukan Tanaman Penyembuh Kanker, Ahli Sebut Harus Ada Tahapan Ini

Tetapi apakah fenomena rentetan gempa akhir-akhir ini sudah mengarah tanda-tanda seismisitas ke arah sana?

Hal ini juga masih sulit dijawab karena data aktivitas gempa yang terjadi belum cukup untuk disimpulkan.

"BMKG akan terus melakukan monitoring dengan memfokuskan di zona-zona duga aktif tersebut di atas.

Kita akan terus amati polanya secara spasial dan temporal," ujar Daryono.

"Satu hal yang penting diingat bahwa tidak semua klaster aktif akan berujung kepada terjadinya gempa besar, meskipun setiap gempa besar selalu di dahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan," tutup dia. (Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved