Breaking News:

6 Fakta Penyerangan Terduga Teroris di Polsek Wonokromo, Pelaku Pura-pura Buat Laporan, Bacok Polisi

Fakta-fakta penyerangan Polsek Wonokromo Surabaya oleh terduga teroris, pelaku pura-pura membuat laporan lalu tiba-tiba membacok polisi.

Jawa pos
Ilustrasi 

Setelah mendapat serangan dari pelaku IM, Aiptu Agus lantas berteriak minta tolong.

Anggora satuan reskrim Polsek Wonokromo yang mendengar teriakan Aiptu Agus pun lantas datang menolong dan memberikan tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

"Pelaku saat ini diperiksa oleh tim Densus 88 karena karena diduga kuat anggota jaringan pelaku terorisme," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Sandi Nugroho, di Mapolsek Wonokromo.

3. Pelaku Biasa Jualan Sempol & Makroni

Di sekitar rumahnya, pelaku dikenal sebagai penjual sempol dan juga makaroni di sekitar kosnya.

IM (30), pelaku penyerangan anggota Polsek Wonokromo Surabaya, tinggal bersama istri dan 3 anaknya di rumah kos Jalan Sidosermo IV Gang 1 nomor 10A.

Di kompleks pemukiman tersebut, pelaku lebih dikenal dengan nama Ali. "Pak Ali biasa berjualan jajanan sempol dan makaroni.

Biasanya dititipkan ke warung-warung," kata Ainul Arif, ketua RT 03/RW 02, Sidosermo, Kecamatan Wonokromo.

4. Perubahan Dilihat Tetangga

Sebelum ditangkap karena aksi penyerangan di Polsek Wonokromo, tetangga melihat perubahan dalam diri IM dan keluarganya.

Halaman
1234
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved