Breaking News:

Keseharian Terduga Teroris Penyerangan Polsek Wonokromo, Biasa Jual Sempol, Tetangga Lihat Perubahan

Latar belakang terduga teroris pelaku penyerangan seorang anggota polisi di Polsek Wonokromo, Sabtu (17/8/2019) dikenal sebagai penjual sempol.

(KOMPAS.COM/A. FAIZAL)
Kamar kost terduga teroris penyerang Polsek Wonokromo disegel polisi, Sabtu (17/8/2019) malam 

Rumah kos IM terletak di permukiman padat penduduk di Jalan Sidosermo IV Gang 1 nomor 10A Surabaya.

"Tadi dijemput dinaikkan mobil warna hitam. Tadi juga membawa tas," kata Ainul Arif, ketua RT 03/RW 02, Sidosermo, Kecamatan Wonokromo.

Tempat kos yang sudah 5 tahun terakhir dihuni IM dan keluarganya itu kini tertutup rapat dan diberi garis polisi.
Kamar kost terduga teroris penyerang Polsek Wonokromo disegel polisi, Sabtu (17/8/2019) malam(KOMPAS.COM/A. FAIZAL)
Kamar kost terduga teroris penyerang Polsek Wonokromo disegel polisi, Sabtu (17/8/2019) malam(KOMPAS.COM/A. FAIZAL) ( )

IM sendiri lebih dikenal dengan nama Ali di tempat kosnya.

Dia adalah migran dari Kabupaten Sumenep, Madura.

"Sehari-harinya berjualan jajan sempol dan makaroni," ujar Ainul.

IM diamankan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore.

 6 Fakta Pamitnya Program The Comment dari NET TV, Pamit Lebih Awal & Sudah Ada Program Pengganti

 Kesaksian Siswa SMK saat Tolong Polisi Dibakar di Cianjur yang Terkapar Sendiri di Trotoar

 Menpora Imam Nahrawi Hubungi Koko Siswa SMK yang Gagal Jadi Paskibraka, Ini yang Mereka Dibicarkan

 Dilaporkan dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Farhat Abbas MalahTantang Hotman Paris Sumpah Pocong

Dia disebut pura-pura melapor dan tiba-tiba menyerang polisi petugas piket dengan senjata tajam.

Akibat serangan tiba-tiba pria tersebut, Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket Polsek Wonokromo saat itu menderita luka bacok di kepala, tangan, dan pipi kirinya.

Dalam tas tersebut, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, airsoft gun, makanan dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

"Ada logo ISIS di sebuah kertas yang dibawa pelaku, tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi tersebut masih didalami," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Polsek Wonokromo Sabtu malam.

Kata Barung, pelaku hanya diperiksa awal di Mapolsek Wonokromo, lalu dibawa tim Densus 88 untuk diperiksa lebih lanjut.

"Barang-barang yang dibawa pelaku juga disita sebagai barang bukti," jelasnya. (TribunMataram.com/ Salma Fenty)

Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved