Breaking News:

Puluhan Hiu Muncul dan Mendekati Tepi Pantai di Nusa Dua Bali, Kenapa?

Perairan pantai di sekitaran Nusa Dua Bali nampak dihampiri puluhan hiu yang berenang ke tepian pantai, ahli beri penjelasan begini.

Instagram/denpasar.viral
Gerombolan hiu jenis Blacktip terlihat di perairan pantai Pulau Peninsula, kawasan Nusa Dua, Badung, Bali. 

Untuk meninjau bagaimana hewan laut seperti hiu dan pari rentan terhadap jeratan sampah, para peneliti menganalisis data serta studi yang sudah ada.

Selain itu, mereka juga mengumpulkan laporan mengenai hewan laut yang terjerat sampah plastik melalui Twitter.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada lebih dari seribu yang kerap terjerat.

Angka ini cukup tinggi mengingat studi hanya berfokus pada hiu dan pari.

 Greenland Terancam Kehilangan Es Karena Pemanasan Global, Simak Perkiraan Perubahan di Tahun 2300!

“Salah satu contoh kasus adalah hiu mako sirip pendek yang terjerat tali pancing,” ujar Kristian Parton, pemimpin penelitian tersebut.

“Hiu terus tumbuh setelah terlilit tali pancing sehingga itu menembus kulit kemudain merusak tulang belakangnya,” imbuhnya.

Hiu yang terjerat tali pancing.
Daniel Cartamil / Hiu yang terjerat tali pancing.

Dari 47 studi yang diterbitkan pada jurnal-jurnal ilmiah, para peneliti menemukan bahwa 16 famili yang mencakup 34 spesies berbeda, terkena dampak limbah manusia.

Secara khusus, hampir 3/4 dari kasus-kasus tersebut, melibatkan “alat pancing yang dibuang, hilang, atau sengaja ditinggalkan di lingkungan laut.

Jaring, perangkap dan jenis alat pancing lainnya kerap menjerat induk maupun bayi hewan laut.

Satu dari sepuluh kejadian pasti melibatkan tali polipropilen yang biasa digunakan untuk mengikat produk.

Sampah lainnya meliputi kepingan plastik, kantung belanja, dan ban karet.

 Sadar Pemanasan Global, Pemerintah 7 Kota ini Ubah Kotanya Jadi Ramah Lingkungan

Sepanjang penelitian, kasus terjeratnya hiu dan pari ini paling sering terjadi di Samudra Pasifik dan Atlantik, masing-masing sekitar 49% dan 46%.

“Meskipun bukan ancaman utama, tapi kita perlu memahami bagaimana sampah plastik membahayakan spesies hiu dan pari di laut kita,” kata Parton.

Ke depannya, para peneliti akan bekerja sama dengan Shark Trust Record untuk menciptakan forum online yang memungkinkan orang-orang melaporkan kasus terjeratnya hewan laut.

Ini dilakukan untuk mengukur risiko keterjeratan serta menemukan hotspot.

Artikel ini telah tayang di nationalgeograpic.grid.id 

Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved