TERUNGKAP Identitas Pelaku Pembantaian KM Mina Sejati, Masih Satu Keluarga Bapak, Anak & Paman

Terungkap identitas pelaku pembantaian ABK KM Mina Sejati di perairan Laut Aru, ternyata masih satu keluarga.

TribunMataram Kolase/ Kompas.com RAHMAT RAHMAN PATTY
Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019) 

TRIBUNMATARAM.COM - Terungkap identitas pelaku pembantaian ABK KM Mina Sejati di perairan Laut Aru, ternyata masih satu keluarga.

Identitas pelaku pembantaian sadis di KM Mina Sejati perairan Laut Aru perlahan mulai terkuak.

Didapatkan fakta bahwa ketiga pelaku pembantaian sadis KM Mina Sejati di perairan Laut Aru masih satu keluarga.

Tiga anak buah kapal ( ABK) pelaku pembantaian di atas KM Mina Sejati ternyata memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Aru, Letkol Laut) Suharto Silaban mengatakan ketiga pelaku pembantaian melancarkan aksinya dengan menggunakan parang saat puluhan ABK lainnya sedang tertidur diatas kapal tersebut.

“Kalau keterangan yang kita ambil dari ABK mereka (pelaku) ini adalah bapak anak dan juga paman, jadi keluarga dekat semua,”kata Silaban kepada Kompas.com saat dikonfirmasi dari Ambon, Jumat (23/8/2019).

Ketiga pelaku pembantaian di atas KM Mina Sejati itu yakni Nurul Huda, Ferri Dwi Lesmana dan Qersim Ibnu Malik.

Detik-detik Pembantaian KM Mina Sejati, Terdengar Suara Bel, ABK Selamat Saksikan Teman Sudah Tewas

ZODIAK BESOK Ramalan Zodiak Sabtu 24 Agustus 2019 Taurus Fokus Banget, Leo Jadi Pusat Perhatian Nih!

5 Fakta Baru Pembantaian Sadis KM Mina Sejati, 23 ABK Diduga Tewas Belum Ditemukan, 3 Pelaku Hilang

Tangisan Prada DP Pecah Saat Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup karena Bunuh dan Mutilasi Vera Oktaria

Hingga kini, belum diketahui keberadaan ketiganya.

Namun, TNI AL menduga kuat, ketiga pelaku telah mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri usai membantai rekan-rekannya sesama ABK.

Dia menambahkan, dari keterangan sejumlah ABK, dua pelaku telah mengikuti pelayaran dengan kapal tersebut ke wilayah perairan Aru sebanyak dua kali.

Sedangkan satu pelaku baru pertama kali mengikuti pelayaran dengan kapal tersebut.

“Kalau anak dan bapak sudah dua kali trip dengan kapal itu ke sini tapi kalau pamannya itu baru pertama kali,”katanya.

Saat disinggung apakah ketiga pelaku ini memiliki keterkaitan dengan jaringan kelompok radikal, Suharto enggan menjelaskannya.

”Kita tidak tahu ya karena ABK juga tidak pernah bilang begitu, yang mereka tahu ketiga orang itu hanya bersaudara, anak bapak sama paman. Kalau soal itu nanti kita  berasumsi lagi,”katanya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved