Breaking News:

Fakta Penemuan 4 Kerangka Manusia di Kebun Belakang Rumah di Banyumas, Sekeluarga 5 Tahun Hilang

5 fakta penemuan empat kerangka manusia di kebun belakang rumah di Banyumas, Jawa Tengah, korban masih satu keluarga, dikabarkan hilang selama 5 tahun

(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Lokasi penemuan empat kerangka manusia di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019). 

Setelah dilakukan penggalian, polisi menemukan empat tengkorak manusia beserta tulang-belulang dengan jumlah cukup banyak.

3. Ditemukan pakaian, HP, korek api dan sandal

Di lokasi tersebut, polisi juga menemukan pakaian yang diduga milik korban, antara lain berupa baju dan celana dengan warna ungu dan abu-abu.

Bahkan, di salah satu saku celana yang ditemukan, terdapat HP dan korek api. Di lubang yang sama juga ditemukan benda lainnya seperti sandal.

4. Korban diduga satu keluarga

Keempat kerangka tersebut diduga merupakan kakak beradik anak dari Misem, yaitu Ratno, Yono (50), Heri (40) serta seorang perempuan bernama Pipin, anak dari Ratno.

Dugaan tersebut muncul karena selama ini keempat orang tersebut dilaporkan "menghilang".

Berdasarkan informasi yang diterima warga dari keluarga, keempat orang tersebut merantau ke luar kota, namun tidak pernah kembali hingga saat ini.

Keluarga Misem selama ini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga di sekitarnya, sehingga warga tidak tahu persis kesehariannya.

Keluarga tersebut telah tinggal di desa selama kurang lebih 20 tahun.

 Reaksi Keluarga Bani Mulia Menikahi Lulu Tobing Mantan Mantu Cendana, Dua Foto Jadi Bukti

 Sebelum Resepsi, Terekam Aksi Mesra Roger Danuarta & Cut Meyriska di Depan Lift, Lendot-lendot Manja

 Begitu Cuek, 5 Zodiak ini Sulit Berperilaku Romantis Kepada Pasangan, Capricorn Paling Buruk!

 Usai Akad, Cut Meyriska & Roger Danuarta Tak Bisa Menahan Senyum Saat Dengarkan Nasihat Pernikahan

5. Polisi belum ungkap identitas korban

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, belum dapat memastikan identitas keempat kerangka tubuh tersebut.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter forensik.

"Belum bisa dipastikan itu tengkorak siapa, sedang dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik. Sesuai keterangan saksi-saksi memang empat orang itu 'menghilang'," kata Bambang, melalui pesan singkat.

Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. (Kompas.com/ FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2019/08/26/06041361/5-fakta-penemuan-kerangka-manusia-di-banyumas-korban-diduga-satu-keluarga?page=all

5 Fakta Pembunuhan Gadis yang Ditemukan Dalam Karung, Sempat Diperkosa Kekasihnya Sebelum Dicekik!

TRIBUNMATARAM.COM - Jumpa pers pembunuhan gadis hilang yang akhrinya ditemukan dalam karung, ini 5 fakta barunya, tersangka yang juga kekasih lakukan pemerkosaan!

Polres Tegal menggelar konferensi pers terkait pembunuhan seorang gadis, NH (16) yang ditemukan dalam karung.

Kelima tersangka juga dihadirkan dalam jumpa pers kali kemarin, Kamis (15/8/2019).

Sebelumnya gadis ini sempat hilang semenjak sebelum bulan ramadhan.

Namun malah ditemukan tewas dan tinggal tulang benulang di dalam karung.

Pembunuhan ini merupakan kejadian 4 bulan yang lalu.

Warga sekitar baru menemukan jasad NH pada Jumat (09/08/2019) lantaran mulai berbau busuk dan menyengat.

Ada banyak fakta baru yang diungkap oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal AKP Bambang Purnomo terkait para pelaku pembunuhan.

Berikut lima fakta pembunuhan gadis yang ditemukan dalam karung seperti dikutip Tribun Mataram dari Kompas.com.

 ZODIAK BESOK Ramalan Zodiak Besok Sabtu 17 Agustus 2019 Scorpio Terus Dipuji, Taurus Penuh Kegusaran

 Live Streaming HUT RI 74 17 Agustus 2019 Upacara Detik-detik Pengibaran Merah Putih di Istana Negara

 Dosen UGM Budi Setyanto Meninggal Gantung Diri, Ini Ciri-ciri Tewas karena Bunuh Diri Menurut Dokter

 4 Mitos Seputar Susu yang Sering Kita Ketahui dan Banyak Dipercaya

1. Pelaku Pandai Menutupi Perbuatannya.

Kelima remaja ini juga sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Penetapan status sebagai tersangka akhirnya ditetapkan setelah lima kali melakukan pemeriksaan.

Hal ini lantaran para pelaku berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Tak hanya itu, mereka juga tetap tenang ketika dimintai keterangan.

Bambang pun mengaku heran dengan kelima tersangka yang seolah tak merasa bersalah apalagi takut.

“Saat dimintai keterangan sejak awal mereka tenang. Berbelit, dan bolak balik.

Saya sempat heran. Menurut saya mereka melakukan kejahatan spontan yang mereka anggap tidak perlu merasa bersalah atau takut,” ujar Bambang.

2. Tak Merasa Bersalah

Warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal memadati lokasi penemuan mayat dalam karung yang hanya tinggal tulang belulang, Jumat (9/8/2019)
Warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal memadati lokasi penemuan mayat dalam karung yang hanya tinggal tulang belulang, Jumat (9/8/2019) (ISTIMEWA)

Pelaku sangat pandai menutupi perbuatan yang sudah dilakukan.

Saat diintrogasi, mereka tak nampak panik, malah sangat tenang.

Tak hanya itu, setelah melakukan pembunuhan, mereka sama sekali tak merasa bersalah dan kabur.

Bahkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari seperi biasanya.

Masing-masing diamankan di kediamannya sendiri-sendiri.

Bahkan salah satu pelaku bahkan ikut menghadiri pemakaman korban.

Tak hanya itu, pelaku lainnya juga ikut menyaksikan evakuasi yang ada di TKP.

“Usai membunuh pelaku tetap melakukan kegiatan sehari-hari, artinya tidak kabur. Mereka diamankan di rumah masing-masing. Bahkan satu di antaranya ada yang sempat menghadiri pemakaman korban. Ada pula yang turut menyaksikan evakuasi di TKP,” ujar Bambang.

3. Motif Pembunuhan

Kelima pelaku ini nampak menggunakan baju tahanan dengan warna biru.

Kelima pelaku yang diamankan yaitu AM (20), MP (18), SA (24), NL (18) Dan AI (15).

Dua diantaranya NL dan AI merupakan gadis sebaya dengan korban NH.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengungkap motif kelima pelaku membunuh NH.

Melansir dari Kompas.com, asmara dan emosi yang tersulut menjadi penyebab pelaku membunuh NH.

Bambang berujar bahwa NH sempat bertunangan dengan warga Pemalang pada Januari 2019.

Namun, hubungan itu putus di tengah jalan dan kemudian menjalin hubungan dengan AM.

Menurut polisi, AM merupakan pria yang sudah memiliki istri.

Menurut penuturan AKBP Dwi, NH dibunuh lantaran pelaku cemburu korban dekat dengan pria lain.

 Kondisi Terkini Aiptu Erwin, Polisi Dibakar di Cianjur Alami Kondisi Terparah, Luka Bakar 64 Persen

Salah satu pelaku yang berinisial AM diketahui sedang menjalin hubungan asmara dengan korban.

Dua pelaku perempuan ini juga mengaku cemburu dengan korban.

NH disebut memiliki kedekatan dengan dua pacar tersangka wanita lainnya.

“Motif awalnya asmara. Para pelaku cemburu, karena korban dekat dengan teman laki-laki lain.

Ada juga pelaku perempuan yang cemburu, karena korban dekat dengan pacar mereka,” kata Dwi, seperti yang Tribun Mataram kutip dari Kompas.com.

4. Peran Masing-masing Tersangka

Para pelaku dihadirkan dalam jumpa pers kasus pembunuhan NH (16) di Mapolres Tegal, Kamis (15/8/2019).
Para pelaku dihadirkan dalam jumpa pers kasus pembunuhan NH (16) di Mapolres Tegal, Kamis (15/8/2019). (KOMPAS.com/TRESNO SETIADI)

Setelah proses interogasi, polisi menemukan peran dari masing-masing tersangka.

Pelaku berinisial AM yang menjalin asmara dengan korban sempat melakukan hubungan intim.

AM memperkosa korban saat keduanya sama-sama di bawah pengaruh alkohol.

Setelah memperkosa, AM kemudian membunuh korban dnegan cara mencekik.

Sedangkan MS memegangi tangan dan pundak korban.

 Aksi Pelaku Bakar Polisi Lempar Plastik Isi Bensin Terekam, Jaket yang Dipakai Bantu Polisi Tangkap

Pelaku SA, NL, dan AI memegangi kaki dan tangan korban.

“AM berperan mengeksekusi dengan mencekik, dibantu MS memegang tangan dan pundak korban. Sedangkan SA memegang kaki dan tangan dibantu dua pelaku perempuan,” ujar Dwi.

Polisi menduga pelaku tega menghabisi nyawa korban lantaran marah dan sakit hati mendengar kata-kata kasar yang dilontarkan oleh korban.

“Ada dugaan juga pelaku marah dengan korban, karena ucapan dan perilaku korban terhadap para tersangka,” kata Dwi.

5. Barang Bukti Dijual dan Hukuman

Sejumlah barang bukti sudah diamankan pihak kepolisian.

Mulai dari pakaian korban seperti baju dan celana jins, potongan celana dalam, serta karung dan tali plastik.

Namun cincin yang digunakan korban dijual oleh pelaku.

Tapi, polisi belum menemukan indikasi pembunuhan berencana oleh kelima pelaku.

Meski karung dan tali yang mereka gunakan untuk membungkus mayat sudah mereka gunakan untuk duduk

 Kumpulan Kutipan Spesial HUT RI 17 Agustus 2019 Kemerdekaan Indonesia 74, Cocok Buat Update Status

“Kami belum menemukan adanya indikasi pembunuhan berencana. Termasuk adanya karung yang awalnya hanya untuk alas duduk.

Kemudian tali yang ditemukan di samping karung,” kata dia.

Kelima pelaku disangka pasal pembunuhan dengan pemberatan di Pasal 339 KUHP, serta Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Mengenai dua pelaku di bawah umur, NL dan AI, tetap dikenakan pasal itu.

Upaya diversi tidak dilakukan. Kan ini pembunuhan, ancamannya di atas 7 tahun,” kata Dwi.

(TribunMataram.com/Asytari Fauziah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved