Pelaku Pembunuhan 4 Kerangka Banyumas Terungkap, Ini Cara Ibu & 3 Anaknya Tutupi Kejahatan 5 Tahun

Misteri penemuan empat kerangka manusia di Banyumas, Jawa Tengah akhirnya terkuak, pembunuh adalah saudara kandung dan ketiga anaknya.

TribunMataram Kolase/ TribunJateng/Kompas.com FADLAN MUKHTAR ZAIN
Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019). 

TRIBUNMATARAM.COM - Misteri penemuan empat kerangka manusia di Banyumas, Jawa Tengah akhirnya terkuak, pembunuh adalah saudara kandung dan ketiga anaknya, 5 tahun tutupi pembunuhan dan bohongi ibu.

Polisi berhasil mengungkap empat pelaku yang membunuh empat jasad kerangka manusia yang ditemukan di kebun belakang rumah di Banyumas, Jawa Tengah.

Mirisnya, keempat pelaku tersebut merupakan ibu dan ketiga anaknya, yang masih merupakan saudara kandung korban.

Terungkap pula cara keempat tersangka menutupi kasus pembunuhan ini selama 5 tahun.

Identitas empat kerangka manusia di belakang rumah Misem (76) warga Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya terungkap.

Tiga dari empat kerangka tersebut merupakan anak Misem yang telah lama dikabarkan merantau, yakni Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46) dan Heri Sutiawan (41).

Sementara satu kerangka lain adalah cucunya, Vivin Dwi Loveana (22), anak dari Ratno.

Intip Pesona Alam Penajem Pase Utara dan Kutai Kertanegara, Ibu Kota Baru Indonesia, Cantik!

Kisah Betrand Peto yang Sentuh Hati Ruben Onsu dan Sarwendah Sampai Angkat Bocah Asal NTT Jadi Anak

Maia Estianty Sebut Tak Perlu Capek Punya Anak Perempuan, Ada Marsha Aruan Calon Mantunya

Ipda Erwin Berikan Pesan Terakhir Sebelum Meninggal Dunia Pada Sang Istri: Titip Anak-anak

Keempat korban dibunuh oleh anak keduanya, Saminah (53) berserta tiga anak Saminah, Irvan Firmansyah (32), Achmad Saputra (27), dan Sania Roulita (37).

Tersangka Saminah mengatakan, Misem selama ini kerap menjadi penengah konflik di antara anak-anaknya.

Misem selama ini sama sekali tidak mengetahui peristiwa pembunuhan terjadi di rumahnya, Pembunuhan dilakukan pada 9 Oktober 2014.

Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).(KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).(KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN) ( )

"Ibu dibawa ke rumah atas keinginan saya. Mending saya ambil soalnya tidak ada sangkut pautnya, malah sering nengahin (konflik)," kata Saminah saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).

Seperti diketahui, saat hari pembunuhan tersebut, Misem terlebih dahulu diungsikan ke rumah Saminah yang berada di sebelah rumah Misem. Alasannya Misem sedang sakit dan memerlukan perawatan.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, setelah peristiwa berdarah tersebut, Misem tidak langsung kembali ke rumah.

Misem tetap tinggal di rumah Saminah kurang lebih selama satu bulan.

"Hampir satu bulan (setelah peristiwa pembunuhan) Misem tinggal di rumah Saminah yang hanya berjarak lima meter dari rumahnya. Hampir dua minggu tersangka Irvan dan Putra membersihkan rumah tersebut," ujar Bambang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved