Breaking News:

Susy Susanti Sesalkan PB Djarum Berhenti Tahun Depan Gegara Tudingan Eksploitasi Anak di Iklan Rokok

Gara-gara tudingan eksploitasi anak dalam iklan rokok, audisi PB Djarum akan dihentikan mulai tahun depan.

(KOMPAS.com/FAISHAL RAIHAN)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti sesalkan PB Djarum dihentikan 

Keputusan PB Djarum untuk meniadakan event audisi tahun depan menimbulkan sejumlah reaksi.

Salah satunya datang dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti, yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Pastinya bakat-bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya" kata Susy kepada awak media, termasuk Kompas.com, seusai konferensi pers.

"Itu juga bisa menghambat pembinaan usia dini. Kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak-anak (11-13 tahun), pemula (13-15 tahun), remaja (15-17 tahun), dan taruna (17-19 tahun)," ujar Susy.

Bahkan, menurut Susy, jika ajang pencarian bakat terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.

"Hal ini sebetulnya mereka hanya melihat di "atas" nya saja.

Tetapi jika, di bawah (pembinaan usia dini) itu kosong maka akibatnya bisa sampai putus satu generasi," tutur Susy.

"Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi," ucap Susy.

Secara tersirat, Susy juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.

"Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung?" kata Susy.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved