Orangtua Peserta PB Djarum Syok & Kecewa Audisi Dihentikan 'Bagi yang Miskin, Beasiswa Itu Anugerah'

Kekecewaan orangtua atlet bulutangkis mengetahui audisi PB Djarum dihentikan mulai tahun depan.

Orangtua Peserta PB Djarum Syok & Kecewa Audisi Dihentikan 'Bagi yang Miskin, Beasiswa Itu Anugerah'
(Dok. Pribadi)
Sejumlah orangtua atlet dan pencinta bulu tangkis mempertanyakan audisi Djarum yang rencananya tidak akan digelar pada tahun depan. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kekecewaan orangtua atlet bulutangkis mengetahui audisi PB Djarum dihentikan mulai tahun depan.

Seiring kabar dihentikannya audisi PB Djarum mulai tahun 2020 mendatang, banyak orangtua atlet bulutangkis yang berprestasi datang untuk memastikan kabar tersebut.

Di antara para orangtua atlet mengaku syok dan bingung akan keberlanjutan masa depan anak-anak mereka yang berprestasi di bulu tangkis dan bisa menemukan jalan berkat PB Djarum.

Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis yang digelar oleh klub PB Djarum rencananya akan dihentikan mulai tahun 2020 mendatang.

Keputusan yang dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, itu langsung direspon oleh beberapa perwakilan klub bulu tangkis, orangtua atlet, dan sejumlah pencinta bulu tangkis.

PB Djarum Dihentikan, Atlet Bulutangkis Jebolannya Mendunia, Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya

4 Sisi Lain Nikita Mirzani yang Jauh dari Kontroversinya, Mantan Istri Dipo Latief Positif Banget!

6 Zodiak Suami Idaman, Papa-able Banget, Taurus Sabar, Leo Berwibawa, Kamu Masuk?

Polisi Bantah Tuduhan Informan Narkoba Elza Syarief ke Nikita Mirzani, Ibu Poppy Kelly Tarik Ucapan

Mereka pun dipertemukan oleh salah satu pelatih PB Djarum yang juga eks pebulu tangkis, Fung Permadi.

Parjimin, salah satu wali murid yang berasal dari Boyolali, merasa sangat kecewa dengan adanya keputusan dihentikannya audisi Djarum.

"Kami sangat sedih jika tahun depan benar-benar tidak ada Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum," ujar Parjimin yang dikutip dari Tribunjateng, Minggu (8/9/2019).

"Pihak KPAI yang mengatakan jika adanya eksploitasi anak itu yang bagaimana, mohon dijelaskan," kata Parjimin.

Parjimin menyatakan bahwa dia sangat menolak dengan adanya keputusan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved