Breaking News:

PB Djarum Dihentikan, Atlet Bulutangkis Jebolannya Mendunia, Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya

Audisi PB Djarum akan dihentikan tahun depan, inilah sederet atlet bulutangkis Indonesia yang mendunia jebolan PB Djarum.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Pada ajang Asian Games 1990, Alan berhasil meraih medali emas.

Lalu, ia berhasil meraih medali emas dalam ajang IBF World Grand Prix pada tahun 1989 di Thailand dan Belanda, 1991 di Thailand dan China, 1992, 1993, 1994, dan 1995.

Eddy Hartono-Gunawan

Eddy Hartono dan Gunawan meraih medali perak pada ajang Olimpiade Barcelona. Di tahun yang sama, pasangan ini meraih gelar Juara Tunggal Putra di gelar All England.

Sebelumnya, menurut Harian Kompas, 27 Juli 1983, Eddy Hartono yang menjadi pemain tunggal berhasil menuai kemenangan di Selandia Baru pada tahun 1984.

Haryanto Arbi

Haryanto pernah menjadi Juara I All England Tunggal Putra tahun 1994.

Pada tahun selanjutnya, dia menyabet gelar Juara di Kejuaraan Dunia Tunggal Putra.

Berdasarkan catatan Harian Kompas, 8 Juli 1995, Haryanto Arbi juga pernah menempati peringkat teratas dalam daftar pemain dunia yang dikeluarkan oleh IBF pada tahun 1995.

Selanjutnya, menurut pemberitaan Harian Kompas, 19 Oktober 1997, pada gelaran SEA Games IXI di Jakarta, Haryanto berhasil menyabet gelar di nomor tunggal putra setelah mengalahkan pemain asal Malaysia, Ong Ewe Hock.

Gunawan dan Bambang Suprianto

Pasangan ganda putra ini pernah menjadi Juara Putra All England pada tahun 1994.

Berdasarkan pemberitaan Harian Kompas, 15 Agustus 1995, pasangan ini juga menjuarai Amerika Terbuka mengalahkan pasangan ganda putra asal China.

Antonius dan Denny Kantono

Ganda Putra Antonius dan Denny Kantono meraih perunggu di Olimpiade Atlanta.

Sigit Budiarto dan Chandra Wijaya

Menurut arsip Harian Kompas 17 November 1996, pasangan ini berhasil meraih gelar di Thailand Terbuka 1996. Adapun Harian Kompas 19 Oktober 1997 mencatat, pasangan ini berhasil menjuarai SEA Games IXI di nomor ganda putra.

Pasnagan Sigit Budiarto bersama dengan Chandra Wijaya menjadi Juara Dunia pada tahun 1997.

Kemudian menurut arsip pemberitaan Harian Kompas, 11 Maret 2001 menyebutkan, pasangan ganda putra ini berhasil mempersembahkan gelar All England pada tahun 2001.

Lalu dua tahun setelahnya, menurut situs PB Djarum, keduanya kembali meraih gelar All England.

Tri Kusharyanto (Trikus) dan Minarti Timur

Ganda Campuran Trikus Haryanto dan Minarti Timur meraih medali perak di ajang Olimpiade pada tahun 2000.

Sedangkan menurut Harian Kompas, 21 Mei 1995, keduanya berhasil menjuarai Thailand Open pada tahun 1995.

Sementara Harian Kompas, 23 Juli 1995 mencatat, pasangan ini pernah meraih gelar juara di Indonesia Terbuka 1995 serta di kejuaraan Piala Konica yang berlangsung di Singapura pada tahun yang sama.

Tahun 1995 juga mencatatkan sejarah bagi pasangan Trikus dan Minarti.

Menurut catatan Harian Kompas, 26 Juli 1995, keduanya berhasil meraih peringkat teratas dalam daftar pemain bulutangkis di kelas ganda campuran yang dikeluarkan pada oleh IBF.

Lalu pada tahun 1996, keduanya menjuarai turnamen Jerman Terbuka setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, seperti dikutip dari arsip Harian Kompas 27 Oktober 1996. Di tahun ini pula, Trikus beserta Minarti menjadi juara di Thailand Terbuka.

Maria Kristin Yulianti

Tunggal Putri Maria Kristin Yulianti meraih medali perunggu di nomor Olimpiade China pada tahun 2008.

Sebelumnya, dilansir dari Harian Kompas, 29 November 20014, tunggal putri ini pernah menjuarai turnamen Malaysia Satellite pada tahun 2004.

Selain itu, Harian Kompas, 6 Desember 2004, memberitakan, Maria Kristin juga pernah memenangi kejuaraan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN pada tahun yang sama.

Maria Febe dan Dinoysius Hayom

Maria Febe dan Dionysious Hayom menembus jajaran persaingan elit pemain bulutangkis level dunia.

Arsip pemberitaan Harian Kompas, 27 Juli 2009, menyebutkan, pemain tunggal putri Maria Febe Kusumastuti pernah menjuarai Grand Prix Australia Terbuka.

Sementara, Dionysius Hayom Rumbaka menjuarai turnamen ini di nomor tunggal putra.

Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad merupakan atlet ganda PB Djarum yang berhasil menembus persaingan dunia. Bersama dengan Liliyanan Natsir, Tontowi meraih beberapa gelar di berbagai kejuaraan.

Adapun beberapa di antaranya antara lain: All England pada tahun 2012 dan 2013, 2014, BWF World Championship pada 2003.

Selain itu, pasangan ini juga berhasil meraih medali emas di kompetisi Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil pada tahun 2016.

Pasangan ini juga pernah meraih gelar Juara Dunia untuk kedua kalinya di Glasgowm Skotlandia pada tahun 2017.

Mohammad Ahsan

Selain Tontowi, Mohammad Ahsan juga berhasil mencapai puncak karir di nomor ganda putra. Ahsan bersama dengan Hendra Setiawan mampu meraih gelar juara Ganda Putra di BWF World Championships pada tahun 2013 serta pada tahun 2019.

Kemudian, keduanya juga berhasil menjuarai berbagai kompetisi tingkat dunia antara lain: All England pada 2014.

Keduanya berhasil memecahkan puasa gelar selama 11 tahun di nomor ganda putra. Kemudian pada tahun 2018, Tontowi dan Liliyana berhasil menjuarai Indonesia Open 2018.

Selanjutnya, Ahsan bersama dengan Hendra kembali menjuarai Singapore Open 2019. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, 14 April 2019, pasangan ini mengalahkan ganda putra asal Jepang.

Pada tahun yang sama, Ahsan dan Hendra menjuarai turnamen Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019. Selanjutnya, mereka berdua juga menjadi pemenang di ajang Yonex All England pada tahun ini.

Praveen Jordan dan Debby Susanto

Praveen Jordan beserta Debby Susanto meraih gelar juara All England pada tahun 2016. Keduanya merupakan pasangan ganda campuran binaan PB Djarum.

Sebelumnya, menurut arsip Harian Kompas, 15 April 2013, Praveen Jordan pernah meraih juara di Kejuaraan Selandia Baru Terbuka. Namun di ajang ini, Praveen berpasangan dengan Vita Marissa.

Kevin Sanjaya Sukamuljo

Kevin Sanjaya Sukamuljo. Bersama dengan Marcus Fernaldi Gideon, keduanya berhasil meraih gelar juara ganda putra All England pada tahun 2017.

Tak hanya itu, pasangan ganda ini pun berhasil menempati posisi peringkat satu dunia.

Prestasi keduanya tak berhenti di situ, pasangan Kevin dan Marcus juga dianugerahi BWF Male Player of The Year oleh BWF di Dubai pada tahun yang sama.

Pada 2017 pula, pasangan ini berhasil menjuarai BWF Superseries Final sekaligus memecahkan rekor sebagai ganda putra satu-satunya yang pernah meraih 7 gelar Superseries dalam satu tahun.

Pada tahun 2018, Marcus dan Kevin berhasil mempertahankan gelar juara All England.

Bersama pasangan dan Liliyana, mereka menjuarai Indonesia Open 2018.

Tak sampai di situ, Marcus-Kevin juga mampu mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 untuk Indonesia. (Kompas.com/Rosiana Haryanti)

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/08/193646365/sederet-atlet-jebolan-pb-djarum-dari-liem-swie-king-hingga-kevin-sanjaya?page=all

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved