Duka Ibu Kandung Bocah Diperkosa & Dibunuh Ibu Anak, 3 Tahun Rindu, Sekali Temu Putri Tak Bernyawa

Duka mendalam dirasakan Sri Yuliganti, ibu kandung NP, bocah 5 tahun yang tewas diperkosa dan dibunuh ibu dan kakak angkatnya.

Duka Ibu Kandung Bocah Diperkosa & Dibunuh Ibu Anak, 3 Tahun Rindu, Sekali Temu Putri Tak Bernyawa
TribunMataram Kolase/ Kompas.com/ TribunJabar.id
pengakuan ibu dan anak pemerkosa bocah 5 tahun 

TRIBUNMATARAM.COM - Duka mendalam dirasakan Sri Yuliganti, ibu kandung NP, bocah 5 tahun yang tewas diperkosa dan dibunuh ibu dan kakak angkatnya.

Tiga tahun lamanya, Sri Yuliganti tidak bertemu NP yang tinggal bersama mantan suaminya di Sukabumi.

Namun, sekali bertemu dengan NP, Sri Yuliganti harus menelan kenyataan putri kecilnya tak lagi bernyawa.

Sri pun mengenang masa-masa ketika dirinya menitipkan NP pada tetangganya, Ma Kokom.

"Sekitar tiga tahun berpisah dengan saya," ujarnya kepada Kompas.com saat dikunjungi di rumah kontrakannya di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Jumat (27/09/2019).

Ma Kokom adalah orang pertama yang merawat NP sebelum dijadikan anak angkat oleh tersangka SR alias Yuyu (39).

Saat itu, Yuliganti menuturkan bahwa Ma Kokom ingin merawat anaknya karena NP lucu.

Bocah 5 Tahun Dibunuh Ibu dan Kakak Tirinya, Sang Ayah Sedih dan Marah: Hukum Mati Saja Kalau Bisa!

"Ma Kokom ingin merawat anak saya karena lucu. Ya saya bilang, silahkan saja," tutur Yuliganti, dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).

Tiga tersangka perkara pemerkosaan dan pembunuhan anak angkat dibawa ke Polres Sukabumi Kota dari Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2019)
Tiga tersangka perkara pemerkosaan dan pembunuhan anak angkat dibawa ke Polres Sukabumi Kota dari Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2019) ((KOMPAS.COM/BUDIYANTO))

Yuliganti hanya berpesan untuk tidak menyerahkan NP kepada orang lain ketika Ma Kokom sudah tidak sanggup merawatnya.

"Jangan dikemana-manain. Kalau sudah enggak sanggup merawatnya kasihkan lagi ke saya," kata Yuliganti kepada Ma Kokom waktu itu.

Halaman
1234
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Delta Lidina
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved