Breaking News:

Lagi, Dorfin Felix Mencoba Kabur dari Lapas Mataram dengan Menjebol Tembok Tahanan!

Dorfin Felix (43), narapida kasus narkoba asal Perancis, kembali berusaha kabur dari Lapas Mataram dengan menjebol tembok, Minggu (30/9/2019).

Kompas.com/Fitri R
Dorfin Felix gembong narkoba batal dihukum mati 

TRIBUNMATARAM.COM - Dorfin Felix (43), narapida kasus narkoba asal Perancis, kembali berusaha kabur dari Lapas Mataram dengan menjebol tembok, Minggu (30/9/2019).

Namun, aksi nya itu digagalkan petugas lapas. 

Kalapas Mataram Tri Saptono Sambudji mengatakan, rencana kaburnya Dorfin diketahui setelah petugas yang berjaga pada Minggu pukul 18.30 Wita, mendengar suara aneh di tembok sel isolasi yang ditempati Dorfin.

"Setelah dicek kok ada tembok yang agak terbuka. Akhirnya anggota kami koordinasi lapor ke komandan jaga.

Kebetulan saya juga ada dan langsung mengecek suara aneh itu dan mengecek lubang di sel isolasi.

Langsung kita geledah semua kamar Dorfin," ujar Saptono, Jumat (4/10/2019).

Demo Ribuan Mahasiswa di Mataram Berakhir Ricuh, 26 Orang Pakai Almamater Unram Ditangkap Polisi

Dorfin bahkan telah membuat lubang selebar 25 sentimeter. Namun, lubang itu belum bisa digunakan oleh Dorfin karena terlalu sempit untuk kabur.

Dorfin membobol tembok menggunakan terali besi yang sudah tua.

"Digunakan oleh Dorfin membobol tembok dan menggunakan batu berdiameter 10 sentimeter.

Dorfin melapisi besi dengan kain agar proses pembobolan tembok tidak terdengar petugas dan tahanan lain," ujar Soptono.

Saptonono mengatakan, Dorfin tergolong narapidana beresiko tinggi, sehingga ditempatkan di sel isolasi.

Pihaknya berencana mengirim Dorfin ke sel tahanan super maksimum security yang ada di Nusakambangan.

Namun, karena kasus Dorfin masih belum selesai karena ada pengajuan kasasi, maka Dorfin belum bisa dipindahkan.

Pemindahannya harus melalui prosedur Direktorat Jendral Kemasyarakatan.

"Jika kasasi sudah turun langsung kami akan mempercepat berita acara pelaksanaan eksekusi dan segera bersurat agar Dorfin segera dipindahkan ke Nusakambangan," kata Saptono.

Seorang Kepala Sekolah Ditemukan Tanpa Busana dan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Hotel Mataram

Sebelumnya diberitakan, Dorfin narapidana kasus kepemilikan 2,4 kilogram sabu divonis hukuman seumur hidup.

Vonis itu lebih berat dari tuntutan jaksa yaitu 20 tahun penjara.

Dorfin melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram, yang akhirnya menganulir hukuman seumur hidup menjadi 19 tahun penjara.

Dorfin mengakui pernah kabur dari sel Polda NTB pada  20 januari 2019.

Dia ditangkap pada 1 Februari setelah 12 hari kabur ke hutan Pusuk, perbatasan Lombok Barat dan Lombok Utara.

Dia berusaha mendapatkan kapal untuk keluar dari Lombok. (Kompas.com/Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati/David Oliver Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Dorfin Felix Coba Kabur dari Lapas, Jebol Tembok dengan Terali Besi"

Pengadilan Negeri Mataram, NTB
Pengadilan Negeri Mataram, NTB (Kompas.com/Fitri R)

Banding Diterima, Gembong Narkoba Dorfin Felix Tak Jadi Dihukum Mati

Banding yang diajukan Dorfin Felix melalui kuasa hukumnya, Dani Nur Indra pada 21 Juni 2019 ke Pengadilan Tinggi Mataram diterima.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis mati terhadap bandar narkoba itu, Senin (20/5/2019).

Dalam putusan Pengadilan Tinggi Mataram, pidana kepada terdakwa Dorfin menjadi 19 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Jika dalam waktu satu bulan denda belum dibayarkan, maka diganti dengan penjara selama 1 tahun.

Baca juga: Fakta Baru di Sidang Dorfin Felix: Titipan Pesan Kompol Tuti ke Napi Lain

Surat Keputusan PT Mataram terkait kasus Pidana Khusus Narkotika dan Psikotropika atas terdakwa Dorfin Felix, WNA asal Perancis, dengan putusan No 38/PID.SUS/2019/PT MTR, yang diputus 29 Juli 2019 dan di-upload di website mahkamahagung.go.id pada 30 Juli 2019.

Putusan Banding Dorfin Felix ditetapkan majelis hakim yang dipimpin Zainuddin dengan anggota Gusti Lanang Dauh dan Miniardi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginung Pratidina mengatakan, sudah mendengar putusan itu.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB atas langkah apa yang akan diambil nantinya.

"Kalau saya lihat kan keputusan Pengadilan Tinggi (PT) tidak terlalu jauh bedanya dengan tuntutan kami JPU, kami kan menuntut 20 tahun penjara.

 Viral Video Presiden Jokowi Terhanyut Nyanyikan Lagu Sewu Kutho Didi Kempot, Auto Jadi Sad Boys!

PN menjatuhkan hukuman mati dan PT menjatuhkan hukumannya menjadi 19 tahun, tidak terlalu jauh bedanya, tapi kami tetap akan berkoordinasi dengan pimpinan atas langkah yang akan kami ambil," kata Ginung, Jumat (2/8/2019).

Kuasa hukum Dorfin, Denny Nur Indra menyambut baik keputusan PT Mataram itu.

Baginya Dorfin akan mendapatkan kesempatan hidup lebih lama karena terbebas dari hukuman mati.

"Ya senang, ini kebahagiaan bagi Dorfin dia bisa lebih lama hidp karena tidak dihukum mati.

Dari hukuman mati jadi 19 tahun itu kan artinya dia punya kesempatan kembali ke negaranya, " kata Denny.

 Ibu Prada DP Ketakutan Tahu Anaknya Terbukti Bunuh dan Mutilasi Mantan Kekasihnya Vera Oktaria

Denny juga telah menyampaikan kabar itu kepada pihak kedutaan Perancis di Jakarta.

Mereka yang akan langsung mengabarkan ke keluarga Dorfin Felix.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Dorfin Felix (43), warga negara Prancis yang tertangkap membawa 2,4 kilogram narkotika jenis sabu.

 Dilaporkan Farhat Abbas Soal Konten Pornografi, Hotman Paris Tunjukkan Bukti Valid Kehilangan HP

Vonis tersebut diketahui lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut 20 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar.

Hakim beralasan, vonis tersebut telah dipertimbangan berdasarakan hal yang memberatkan atau meringankan.

Atas putusan itu, Dorfin mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram dan dikabulkan.

Dorfin kini dihukum penjara selama 19 tahun. (Kompas.com/Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banding Diterima, Gembong Narkoba Dorfin Felix Tak Jadi Dihukum Mati"

Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved