Breaking News:

Penemuan Bayi 3 Minggu Dalam Kardus, Orang Tua Tinggalkan Surat Menyentuh untuk Putrinya

Seorang gadis 18 tahun (LA) menemukan bayi berusia 3 minggu dengan pakaian lengkap, orang tua titipkan surat untuk yang menemukan bayinya, ini isinya.

Editor: Asytari Fauziah
KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN
LA (18) dan bayi berusia 3 minggu dalam kardus yang ia temukan dekat rumahnya di Jalan Bambu Kuning Selatan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (28/11/2019) pagi. 

Orang yang membuang bayi itu diketahui sebagai NR (35). Aksi NR (35), yang merupakan ibu kandung bayi tersebut, terekam CCTV rumah warga setempat.

Dalam video CCTV yang diterima Kompas.com, terlihat NR dengan ciri-ciri berambut pendek dengan bando berwarna merah, baju biru langit serta celana pink menggendong bayi laki-laki  di sekitar lokasi.

Awalnya dia tampak melihat-lihat lokasi. NR kemudian, tiba-tiba balik badan dan melepaskan kain penggendong bayi tersebut.

Bayi berbaju kuning itu digeletakkannya di depan rumah bernomor 53.

Setelah meletakan bayi itu, dia lalu berlari meninggalkan lokasi.

2. Bentol-bentol saat ditemukan

Kepala Sub Tata Usaha Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sidartawan mengatakan, bayi laki-laki tersebut memiliki bentol-bentol di kulit saat pertama kali ditemukan.

"Karena diletakkannya itu di tanah, di jalan, ya kemungkinan ada (digigit) semut," kata Sidartawan.

Namun setelah diperiksa dokter, kondisi kesehatan bayi itu cukup baik sehingga tidak perlu ada penanganan khusus.

3. Punya gangguan susah buang air kecil

Darsiawan (46), ayah si bayi mengatakan, anaknya itu mengalami kesulitan buang air kecil.

Sekali buang air kecil, bisa memakan waktu hingga tiga jam.

"Dia kalau mau kencing, itu guling-guling karena mau keluar itu sakit," kata Darsiawan.

Namun, hal itu baru dirasakan sang anak beberapa minggu belakangan.

4. Ibunya sakit kepala dengar si anak menangis

Darsiawan mengatakan, istrinya kerap kali mengalami sakit kepala hebat ketika mendengar tangisan anaknya yang kesakitan.

"Istri punya sakit kepala, jadi dia kalau anak sakit kan nagis terus, pusing gitu," ujar Darsiawan.

 Akhir Kisah Cinta Terlarang Kakak Adik di Luwu, Dapat Sanksi Sosial, Sekeluarga Diusir dari Kampung

Karena keterbatasan biaya, istrinya tidak pernah berobat setiap kali merasa sakit kepala.

Ia hanya mengonsumsi obat-obatan yang dijual di warung-warrung sekitar rumahnya.

5. Anak pernah berobat

Darsiawan mengatakan, ia telah membawa anaknya ke klinik yang ada di Jalan Kapuk Muara Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu lalu.

Dokter memberikan dua pilihan kepada sang ayah yakni menyunat anaknya ke rumah sakit atau membuka kulit kelamin si anak.

Dia memilih pilihan kedua karena biaya yang dikeluarkan lebih murah.

"Itu aja biayanya Rp 250.000. Saya punya duit Rp 150.000. Ada orang lagi berobat dibantu," ucapnya.

Dokter memperingatkan, sang anak akan sedikit rewel setelah pengobatan sampai luka akibat pengobatannya sembuh.

Dokter juga mengatakan, si anak harus melakukan kontrol ke klinik beberapa kali agar tak terjadi infeksi pada luka tersebut.

6. Bukan penyakit

Dokter Jefri, dokter dari klinik yang disebut Darsiawan mengatakan, apa yang dialami si bayi bukan sebuah penyakit.

"Sebenarnya nggak ada penyakit. Murni lubang kelaminnya sempit, sama perawatan kurang jadi kotor," kata Dokter Jefri.

Ia menjelaskan bahwa masalah yang dialami bayi itu adalah kulit kemaluannya menutupi saluran kencingnya.

Hal itu menyebabkan bayi tersebut kesulitan buang air kecil dan menimbulkan cairan bernama smegma di penis si bayi.

Cairan tersebut membuat kulit kemaluan si bayi lengket dan menutupi lubang kemaluannya.

Hal itulah yang membuat bayi tersebut kesakitan tiap kali buang air kecil.

Jefri telah memberi pertolongan ke bayi itu saat Darsiawan mendatangi kliniknya, Sabtu lalu.

"Saya kerjain dan dibuka. Sekarang kondisinya sudah normal lagi kok, bisa kencing lancar," ucap Jefri.

Ia menjamin bahwa tindakan medis yang ia lakukan aman tanpa ada efek samping di kemudian hari.

Namun ia mengatakan bayi tersebut harus melakukan kontrol beberapa kali untuk memastikan tidak terjadi infeksi pada bekas luka hasil tindakan medis tersebut.

7. Dibawa bibi keliling kampung cari sang ibu

Selasa kemarin, bibi bayi itu, yang kini merawatnya, membawa bayi tersebut keliling kampung untuk mencari keberadaan sang ibu.

Dengan naik eretan, ia melintasi Kali Angke menuju kawasan Teluk Gong untuk menelusuri tempat-tempat yang biasa dikunjungi ibunya.

"Nyari ke Kavling, tadi  muter-muter aja (mencari ibunya)," kata Ita Juriah (40), sang bibi.

Ita, yang merupakan kakak dari pelaku berinisial NR (35), mengatakan mereka sudah mencari keberadaan ibu bayi itu dari pagi.

 Fairuz A Rafiq Akhirnya Jawab Permintaan Maaf Galih Ginanjar, Waktu Aku Menderita Kalian ke Mana?

Ia terpaksa membawa bayi tersebut karena sang ayah pergi bekerja ke kebun.

Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, Kompol Mustakim mengatakan, pihaknya masih belum menemukan keberadaan NR.

"Belum (tertangkap), ibunya masih belum pulang sampai sekarang, anggota juga lagi mencari," ujarnya.

Mustakim mengatakan, pihaknya telah memeriksa CCTV, saksi, beserta surat-surat identitas NR dan korban untuk mencari keberadaan NR. (Kompas.com/Jimmy Ramadhan Azhari)

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/31/08591171/7-fakta-seorang-ibu-buang-anak-kandung-di-pejagalan-jakarta-utara?page=all

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Fakta Seorang Ibu Buang Anak Kandung di Pejagalan, Jakarta Utara"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved