Breaking News:

Ketika Pria Terkaya di Afrika Borong 10.000 Unit AMMDes Builder, Mobil Desa Buatan Indonesia

Seorang pengusaha terkaya asal Afrika bernama Aliko Dangote tertarik membeli 10 ribu unit mobil pedesaan buatan Indonesia.

(Kompas.com/Donny)
AMMDes Builder, mini mixer truck pemenang AMMDes Digimodz di IMX 2019. 

TRIBUNMATARAM.COM - Ketika pria terkaya di Afrika memborong 10 ribu unit mobil desa buatan Indonesia.

Seorang pengusaha terkaya asal  Afrika bernama Aliko Dangote tertarik membeli 10 ribu unit mobil pedesaan buatan Indonesia.

Pemilik perusahaan Dangote Group itu sangat tertarik dengan mobil yang memiliki kemampuan sebagai penyedia air hingga penanganan biji-bijian itu.

Salah satu pengusaha terkaya asal Afrika akan membeli 10.000 unit mobil pedesaan Indonesia, yaitu Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes), untuk dipasarkan ke Nigeria.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, pembelian mobil desa itu melalui perusahaan Dangote Group, milik Aliko Dangote yang merupakan miliarder asal Afrika.

VIDEO HASIL Final Miss Universe 2019: Pemenangnya Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan, Indonesia?

"Jadi Dangote Group itu dia sangat berminat untuk melakukan impor, untuk customer-nya di sana," ucap Putu di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (6/1/2020).

AMMDes Builder, mini mixer truck pemenang AMMDes Digimodz di IMX 2019.(Kompas.com/Donny)
AMMDes Builder, mini mixer truck pemenang AMMDes Digimodz di IMX 2019.(Kompas.com/Donny) ()

Putu menjelaskan, pengusaha Afrika tersebut tertarik dengan AMMDes yang merupakan mobil desa dengan fungsi penyedia air, pengolahan kasava, dan penanganan biji-bijian.

"Timnya Dangote akhir Januari ini akan mengecek tiga unit sample untuk dibawa ke sana," ucapnya.

Rencananya, ekspor mobil tersebut akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun, dengan tahun ini dan tahun depan direncanakan akan ekspor sebanyak 1.000 unit.

Ikut Buka Suara Soal Ekspor Benih Lobstre, Susi Pudjiastuti: Astagfirullah, Tidak Boleh Kita Kufur

"Mudah-mudahan tahun ini sama tahun depan itu bisa 1.000 (unit), bertahap, lima tahunlah," ucapnya.

Dilansir dari Bloomberg, Dangote Group merupakan perusahaan yang fokus bergerak di bidang industri seperti semen dan komoditas gula serta tepung.

Perusahaan ini memiliki daerah operasi di Nigeria dan sejumlah negara di Afrika, termasuk Benin, Kamerun, Togo, Ghana, Afrika Selatan, dan Zambia.

Pendiri Dangote Group yaitu Aliko Dangote, merupakan pria terkaya Afrika, yang memiliki kekayaan 4,3 miliar dollar AS pada tahun 2019, yang menjadikannya 100 pria terkaya di dunia pada Bloomberg Billionaires Index. (Kompas.com/ Wayan A. Mahardhika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Orang Terkaya Afrika Borong 10.000 Mobil Desa Buatan Indonesia", https://money.kompas.com/read/2020/01/07/063800326/orang-terkaya-afrika-borong-10000-mobil-desa-buatan-indonesia?page=all#page2.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Kompas.com)

Geram dengan Permainan Impor Migas, Presiden Jokowi: Hati-hati, Kamu Sudah Lama Menikmati Ini

TRIBUNMATARAM.COM Dari awal kepemimpinannya sebagai Kepala Negara, Joko Widodo telah mencium aroma busuk dibalik pengelolaan Minyak dan Gas (Migas) di Indonesia.

Kecurigaan itu bersumber dari kekayaan Indonesia di bidang Migas yang harusnya bisa menyejahterakan rakyat, namun kenyataannya berbanding terbalik.

Setelah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) periode kedua ini, ia mulai gencar hancurkan sosok-sosok dibalik permainan impor gas.

Dengan segala upaya ia ingin membongkar praktek mafia migas agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.

 Sederet Sumber Kekayaan Bobby Nasution, Menantu Jokowi Diam-diam Berpenghasilan Fantastis!

Hal itu yang menjadikan Jokowi konsentrasi mengejar para mafia tersebut.

Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengetahui siapa-siapa saja yang selama ini mendapatkan untung besar dari impor minyak dan gas.

Presiden Jokowi pimpin ratas, Senin (16/12/2019)
Presiden Jokowi pimpin ratas, Senin (16/12/2019) (Tangkap Layar kanal YouTube Sekretariat Presiden)

Hal itu disampaikan saat sambutan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019).

"Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang seneng impor. Sudah ngerti saya," kata Jokowi.

Ia menegaskan, sebenarnya Indonesia memiliki batu bara melimpah yang bisa diolah menjadi gas.

 Cuitan Staf Khusus Milenial Tuai Cibiran, Jokowi Angkat Bicara: Salah-salah Dikit Ya Dimaafkan

Namun, ia mencurigai bahwa pengolahan batu bara menjadi gas ini justru dihalang-halangi oleh mereka yang selama ini mendapat keuntungan dari impor migas.

Untuk itu, Presiden Jokowi sudah memberikan peringatan kepada para pemain impor migas tersebut.

ilustrasi tambang batu bara
ilustrasi tambang batu bara (Kompas.com/Nur Nindyo/National Geographic Indonesia)

"Saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati.

Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas," kata Jokowi.

Ia menyebutkan, pihak yang suka impor itu pernah mengungkapkan kekhawatiran apabila Indonesia telah berhasil memproduksi gas sendiri.

"'Kalau ini bisa dibikin, sudah enggak ada impor gas lagi, saya kerja apa, Pak?' Ya terserah kamu. Kamu sudah lama menikmati ini," ujar Jokowi.

Masalah yang sama juga terjadi pada komoditas minyak.

 Muncul Usulan Presiden 3 Periode, Jokowi: Ada 3 Motif, Menampar Saya, Cari Muka Atau Menjerumuskan

Menurut dia, selama ini impor minyak Indonesia mencapai sekitar 700 sampai 800.000 barel per hari.

Padahal, kata Jokowi, Indonesia memiliki banyak sumur minyak.

Hanya saja, instruksi Jokowi agar Indonesia membangun kilang minyak sampai saat ini belum berjalan.

"Kenapa enggak genjot produksi? Karena ada yang masih senang impor minyak. Sudah saya pelajari, enggak benar kita ini," kata dia. (Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Sudah Ketemu Siapa yang Senang Impor Migas"

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved