Viral Hari Ini

Penjual Terlanjur Rugi, Potongan Diduga Kaki Tikus pada Bakso di Video Viral Ternyata Mulut Sapi

Sebuah video viral baru-baru ini dibagikan di media sosial menunjukkan konsumen bakso menunjukkan adanya diduga potongan kaki tikus pada bakso.

Penjual Terlanjur Rugi, Potongan Diduga Kaki Tikus pada Bakso di Video Viral Ternyata Mulut Sapi
TribunMataram Kolase/ Instagram/ (KOMPAS.COM/HUMAS Polres Madiun)
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim, AKP Logos Bintoro menunjukkan hasil uji laboratorium yang menyebutkan tidak ada kandungan daging tikus dalam bakso yang dijual di Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. 

Pada Selasa tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB, Ade tengah beristirahat sejenak seusai berjualan bakso seharian.

Memang keadaan saat ia duduk terasa sepi. Tak ada orang yang berlalu lalang di kawasan itu.

Namun, sudah menjadi kebiasaan Ade duduk santai di depan warung Marmo di Perumahan Mutiara Taman Palm Blok B, Kelurahan Cengkareng Barat sambil memainkan layar ponselnya setiap malam.

 POPULER Viral Rumah Berlapis Emas Tahan Tsunami & Gempa Milik Kakak Abdee Slank, Dibangun 10 Tahun

Dia sengaja duduk di sana untuk menikmati wifi gratis dari warung Marmo. Mulai dari download beberapa film hingga bermain games.

Ketika dirinya tengah santai-santai download film, tiba-tiba saja ia disergap dan ditodong senjata laras panjang tepat di wajahnya.

Sontak ia pun tambah kaget ketika tangannya diikat dan diborgol oleh polisi. Pasalnya kejadian yang dialaminya baru dilihatnya di film-film drama.

"Mana barang kamu? Ini barang kamu kan?" kata Ade menirukan suara polisi.

"Tidak Pak, bukan Pak. Bukan punya saya Pak, saya cuma numpang wifi Pak," ucap Ade seraya memohon ampun.

Ade pun tak tahu apa yang ia lakukan kala itu sampai disergap oleh polisi.

Bahkan, ia telah menjawab sejujur-jujurnya pertanyaan polisi padanya tentang bungkus rokok berisi narkoba yang saat itu berada dekat tempat ia duduk.

 Rumah Berlapis Emas Kakak Abdee Slank Viral, Dibangun 10 Tahun, Kokoh Diterpa Tsunami & Gempa Palu

"Bukan barang saya Pak, saya cuma main handphone," begitu lagi-lagi diungkapkan Ade.

Meski telah berkata jujur dan memohon ampun, nyatanya Ade tetap dibawa ke Polsek Cengkareng menggunakan mobil polisi.

Sesampainya di Polsek Cengkareng, ia pun lagi-lagi diinterogasi oleh polisi. Ia dicecar sejumlah pertanyaan seputar kasus narkoba.

Ade juga dikonfrontasi dengan dua terduga tersangka yang sebelumnya telah diamankan.

"Saya tidak kenal mereka," ujar AG menirukan ucapannya kala interogasi.

Setelah seluruh proses interogasi selesai. Ia pun tes urine dan ponselnya diperiksa.

"Ponsel saya diperiksa, orang isinya keluarga sama temen saya aja," ucap Ade.

Alhasil, Ade terbukti tak menggunakan dan tak terlibat dengan barang haram itu. Akhirnya, ia pun dibebaskan kurang dari 1 X 24 jam.

Setelah itu, kepada awak media, Ade mengaku tak tahu menahu kalau video penangkapannya viral di media sosial. Sebab setelah kejadian itu, ia jarang membuka ponselnya.

"Saya saja tidak tahu kalau ternyata saya saat ini tengah viral akibat insiden itu yang terekam CCTV, saya baru dikasih tahu karena saya juga sedang lagi tidak pegang ponsel dulu sekarang-sekarang ini, masih syok aja," kata Ade.

Trauma setelah penangkapan

Ternyata kejadian yang menimpanya membuat pedagang bakso itu trauma. Sebab ini ialah kali pertamanya ia terlibat dengan kepolisian.

Pascakejadian itu, ia pun masih takut menjajakan baksonya lagi. Lokasi dagang baksonya berdekatan dengan tempat dia ditangkap.

Bahkan, untuk numpang wifi di warung itu pun ia tak berani pasca kejadian itu.

Dia kini hanya mengurung diri di kontrakannya di Jalan Lingkungan III, Tegal Alur, Jakarta Barat. Dia tinggal bersama istrinya yang sedang hamil.

Ade menutup rapat pintu kontrakannya untuk melupakan kejadian sial yang ia alami saat itu.

Namun, kejadian pahit yang ia hendak ingin lupakan malah terkadang diingatkan lagi oleh tetangga-tetangganya.

"Jika keluar kontrakan ditanya-tanya orang, yang tadinya sudah mau melupakan traumanya malah ditanya kembali," ujar AE.

Terbenak dalam hatinya untuk pulang ke kampung halamannya yang ada di Kuningan, Jawa Barat.

Namun, apalah daya ia tak punya banyak uang untuk pulang ke kampung halamannya.

"Kalau dibilang mau pulang kampung ya mau, cuma belum ada uangnya. Saya aja belum jualan lagi," kata Ade.

Ade pun belum memastikan kapan dirinya berani untuk berjualan lagi dan menjalani aktivitasnya seperti biasa. (Kompas.com/ Cynthia Lova)

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/11/08400531/trauma-tukang-bakso-ditangkap-polisi-saat-numpang-wifi-kini-tak-berani?page=all#page2

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved