4 Tahun Melarikan Diri, 2 Pelaku Pembunuhan Sadis di Cianjur Ditangkap, Selalu Resah Dihantui Korban

Selama 4 tahun melarikan diri, kedua tersangka merasa sangat bersalah dan selalu resah lantaran dihantui bayang-bayang korban.

4 Tahun Melarikan Diri, 2 Pelaku Pembunuhan Sadis di Cianjur Ditangkap, Selalu Resah Dihantui Korban
ferri amiril/tribun jabar
pelaku pembunuhan sadis ditangkap setelah 4 tahun pelarian 

TRIBUNMATARAM.COM - Empat tahun dalam pelarian, dua pelaku pembunuh pria bernama Sarwo Nandang akhirnya berhasil dibekuk.

Sarwo Nandang adalah korban pembunuhan oleh temannya sendiri bernama Mitrayana dan Sandi.

Selama 4 tahun melarikan diri, kedua tersangka merasa sangat bersalah dan selalu resah lantaran dihantui bayang-bayang korban.

Mitrayana alias Mimit (26) tersangka pembunuh Sarwo Nandang bin Karnaen hanya bisa tertunduk lesu di depan Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto.

POPULER Penjelasan Lengkap Penyakit Parah Lina hingga Wafat, Tak Ada Racun atau Indikasi Pembunuhan

Mimit bahkan hampir menangis ketika Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menanyakan alasan membunuh temannya sendiri.

"Saya menyesal pak, saya meminta maaf kepada keluarga korban, terus terang selama pelarian saya resah dan bimbang," ujarnya dengan wajah berkaca-kaca di Mapolresta Cianjur.

Sarwo Nandang sendiri nyaris tak dikenali saat ditemukan.
Sandi (28) alias Bolang Saudara Mitrayana, pelaku pembunuhan pada Minggu tanggal 13 maret 2016 lalu sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan raya Cibeber Kampung Pasir Gobang (pinus) Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Sandi (28) alias Bolang Saudara Mitrayana, pelaku pembunuhan pada Minggu tanggal 13 maret 2016 lalu sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan raya Cibeber Kampung Pasir Gobang (pinus) Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. ()

Tim forensik bahkan butuh waktu seminggu untuk memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Sarwo Nandang.

Jenazah Sarwo susah dikenali karena dia mendapat luka parah di bagian kepala, luka tusukan di bagian dada dan perut, serta kaki yang nyaris putus.

Mimit mengatakan, ia terus dihantui rasa bersalah selama pelarian empat tahun di tempat berbeda-beda.

Teddy Akhirnya Buka Suara Soal Adanya Pasal Pembunuhan pada Kasus Kematian Istrinya, Lina Jubaedah

Mimit sempat pergi ke pulau Sumatera dan bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved