Berawal dari Kecurigaan Tetangga Lihat Perut Kempes, Aksi Janda Bunuh Bayi Akhirnya Terbongkar

Aksi seorang janda dua anak bernama S (30) membunuh bayi yang baru dilahirkannya di kamar mandi akhirnya terbongkar.

Berawal dari Kecurigaan Tetangga Lihat Perut Kempes, Aksi Janda Bunuh Bayi Akhirnya Terbongkar
Kolase Surya Taufik Imam
janda bunuh bayi 

Akhirnya, jasad bayinya dibungkus dengan kain pantai itu, dan dibawa ke kamar tidurnya," ujar AKP Shodiq Effendi.

S dilaporkan sempat jatuh tertidur sembari mengeloni jasad bayinya hingga Rabu (28/1/2020) sekitar jam 07.00 WIB.

Manfaatkan kesempatan saat ayah ibunya berangkat kerja di ladang, S langsung membawa buntalan kain berisi jasad bayinya itu ke belakang rumah untuk dikuburkan.

Saat ditahan, S mengaku bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan sang pacar.

Namun lantaran malu sang pacar tak mau bertanggung jawab, S akhirnya membunuh bayi yang telah dikandungnya selama 9 bulan itu.

Sebelumnya, si pacar sempat ditanyai oleh pihak kepolisian dan mengaku tak tahu apa-apa soal aksi pembunuhan tersebut.

Hanya saja, terakhir kali saat dikabarkan S bahwa dirinya hamil, si pria sempat menyarankan untuk menggugurkan kandungan, namun S menolak.

"Si pria sudah kami periksa. Namun, tak tahu apa-apa soal peristiwa itu.

Cuma, ia pernah menyuruh agar kandungannya digugurkan saat usia tiga bulan. Namun, Sri tak mau," pungkas AKP Shodiq Effendi.

Kini S telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Rabu (5/2/2020).

"Memang, kami amankan sejak Kamis (30/1/2020) lalu, namun baru kami tetapkan penahanannya, mulai hari ini, Rabu (5/1)," ujar AKP Shodiq Effendi, Kasat Reskrim Polres Blitar. (Sosok.id/ Tata Lugas Nastiti)

Sumber : https://sosok.grid.id/read/412013798/perut-buncitnya-mendadak-kempes-dalam-semalam-bikin-warga-curiga-janda-ini-cekik-bayinya-yang-baru-lahir-hingga-tewas-ngaku-malu-gegara-pacar-ogah-tanggung-jawab?page=all

Editor: Salma Fenty Irlanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved