Kasus DBD di Nusa Tenggara Timur Meningkat Drastis, Dinkes Kirimkan Logistik Tambahan

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat.

Kasus DBD di Nusa Tenggara Timur Meningkat Drastis, Dinkes Kirimkan Logistik Tambahan
Shutterstock
Nyamuk Aedes Aegypti, penyebab demam berdarah dengue. 

TRIBUNMATARAM.COM Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat.

Kasus DBD di wilayah yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste itu telah mencapai 1.173 orang.

Hingga saat ini, Jumat (14/2/2020), tercatat 13 orang telah meninggal dunia.

Gara-gara Tempat Obat Nyamuk Bakar, Seorang Pria Selingkuhan di NTT Tewas Dikeroyok Warga

Dinas Kesehatan Provinsi NTT telah menambah logistik untuk penanganan DBD di 20 kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes NTT Erlina Salmun mengatakan, logistik itu saat ini dalam proses untuk dikirim ke sejumlah kabupaten.

Logistik yang akan dikirim terdiri dari 2.300 galon abate, 803 paket malathion, dan 1.270 paket rapid diagnostic test (RDT) atau tes diagnostik cepat DBD.

Lindungi keluarga anda dari nyamuk penyebab DBD dengan cairan aerosol seperti HIT Expert Aerosol.
Lindungi keluarga anda dari nyamuk penyebab DBD dengan cairan aerosol seperti HIT Expert Aerosol. (Shutterstock)

Kemudian, Star D Plus Dengue NSI Antigen-Lcs sebanyak 175 paket untuk deteksi dan infeksi akut virus dengue.

“Logistik ini prioritas untuk daerah KLB DBD dan deerah yang ada kasus DBD yang telah mengajukan permintaan ke provinsi,” ujar Erlina.

Erlina menyebut, logistik yang disiapkan Dinas Kesehatan masih tersedia dan sewaktu-waktu siap didistribusikan ke daerah apabila ada permintaan.

Detik-detik Kapal Rombongan Wartawan Istana Presiden Tenggelam di NTT, 6 Awak Media Nasional Selamat

Secara terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT Agusthina Rosphita mengatakan, hingga saat ini jumlah penderita DBD mencapai 1.173 kasus.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved