Penemuan Mayat di Lombok, 5 Jam Kemudian Pelaku Ditemukan, Ini Kata Wakapolres Mataram

Wakapolres Mataram AKBP Erwin Suwono mengatakan, pelaku ditangkap tak lama setelah mayat ditemukan.

Editor: Asytari Fauziah
Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNMATARAM.COM Polres Kota Mataram menangkap Rahmayadi (50), pelaku pembunuhan Adi (40), yang ditemukan tewas di Hutan Lindung Sesaot, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (18/2/2020).

Rahmayadi merupakan tetangga Adi.

Wakapolres Mataram AKBP Erwin Suwono mengatakan, pelaku ditangkap tak lama setelah mayat ditemukan.

"Kami menangkap pelaku tidak lama dari penemuan mayat, sekitar 5 jam kami sudah tangkap pelakunya," kata Erwin di Mapolres Mataram, Senin (24/2/2020).

Pembunuh Sopir Taksi Online Mayat Ditemukan Tinggal Tulang Divonis Mati, Ungkap Permintaan Terakhir

Pelaku, kata Erwin, nekat menganiaya dan membunuh korban karena sakit hati.

Rahmayadi menyebut korban pernah ingin memperkosa istrinya. Pelaku pun masih dendam karena kejadian itu.

Jumpa pers Polresta Mataram kasus pembunuhan mayat di Sesaot, Lombok Barat.
Jumpa pers Polresta Mataram kasus pembunuhan mayat di Sesaot, Lombok Barat. (KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)

"Dari pengakuan tersangka, motif sakit hati karena diduga pernah ingin memperkosa istri dari pelaku," kata Erwin.

Rahmayadi menganiaya Adi menggunakan parang. Adi tewas karena mengalami luka pada bagian belakang kepala.

"Pelaku ini menggunakan parang, sehingga pada bagian belakang tepatnya di bagian telinga mengalami luka robek," kata Erwin.

Kini Hilang, Ayah Bocah SMP yang Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sempat ke Kamar Mayat Cuma Duduk

Warga Aik Nyet, Kabupaten Lombok Barat, NTB, digegerkan penemuan mayat laki-laki yang diketahui bernama Adi pada Selasa (18/2/2020).

Adi ditemukan di dalam kawasan hutan. Adi diketahui meninggal karena luka di bagian kepala. (Kompas.com/ Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid/ Dheri Agriesta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lima Jam Setelah Penemuan Mayat di Lombok Barat, Pelaku Diringkus Polisi"

misteri pasutri tewas di kos
misteri pasutri tewas di kos (TribunStyle Kolase)

Misteri Kematian Pengantin Baru di Kos Mulai Terkuak, Ada Luka Tusukan di Kedua Mayat

Misteri tewasnya pasutri pengantin baru di kamar kosnya masih terus dalam penyelidikan.

Berdasarkan hasil autopsi luar, di kedua mayat ditemukan luka tusukan di bagian tubuh yang berbeda.

Pada mayat sang suami, luka tusukan pisau ditemukan menghujam dada dekat dengan jantung.

Sementara, luka sayatan di leher ditemukan pada jenazah sang wanita.

Hasil autopsi pengantin baru yang ditemukan terbunuh di kamar kosnya di Manado telah keluar.

Polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada Minggu (12/01/2019) kemarin.

Kini jenazah Gung Akbar (26) dan Rosna Sartika Kandong (27) sudah dibawa ke kampung halamannya masing-masing.

Jenazah Gung Akbar dibawa ke warga Mamuju Utara, Sulawesi Barat sedangkan istrinya, Rosna Sartika Kandong (27), dibawa ke Girian Bawah, Kota Bitung.

Gung Akbar adalah seorang PNS sedangkan Rosna adalah manajer rumah makan.

Paustri tewas di kamar kos
Paustri tewas di kamar kos ()

Keduanya baru menikah 9 November silam.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan mengatakan hasil autopsi kedua korban meninggal karena luka tusukan.

“Korban perempuan mengalami luka tusukan di leher sebelah kanan sedangkan korban kaki-laki meninggal karena luka tusukan mengarah ke jantung," ungkapnya.

Dia mengungkapkan saat olah TKP, pisau dipegang Gung. Namun, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

"Kami belum bisa memastikan (kebenaran) seperti apa. (kasus) masih sementara dialami, tapi diduga ada cekcok," katanya.

Hasil pemeriksaan CCTV tak ada hal mencurigakan yang ditemukan polisi.

Polisi belum menemukan orang lain masuk dalam kamar. "Kamar terkunci dari dalam. Analisa CCTV, tidak ada orang mencurigakan masuk dalam kos-kosan," katanya.

Pihaknya sudah memeriksa sejumlah orang termasuk dua saksi pertama menemukan jasad suami istri tersebut.

Katanya, pihaknya telah menyita 3 ponsel milik kedua korban. tapi sempat kesulitan karena ponsel tersebut terkunci.

 Detik-detik Kakek Penjual Cendol Tewas Dipatuk Ular Sejempol Tangan, Dokter Kira Digigit Serangga

Handphone tersebut milik kedua korban, 2 handphone milik korban pria tetapi salah satunya tidak digunakan untuk berkomunikasi.

 "Kuncinya informasi terkait kasus ini itu ada di handphone, tapi handphone tersebut dilock," ujar AKP Thommy.

Saat ini ketiga handphone tersebut dibawa ke Polda Sulut untuk bantu diselidiki.

"Ketigan handphone milik korban sudah dibawa ke  Polda Sulut, jika tidak bisa juga terpaksa akan dikirim ke Mabes Polri di Jakarta," ucapnya.

Tidak Hamil

AKP Thommy Ar­uan membantah kabar bahwa ko­rban perempuan tengah hamil. Hal ini bedasarkan has­il autopsi dari RS Bh­ayangkara.

"Hasil otop­si dan pemeriksaan dokter terhadap rahim perempuan, perempuan tersebut tidak sed­ang dalam keadaan ha­mil," ujarnya.

Rahimnya masih bersih, dan tidak ditemukan ada janin di dalam rahim korban perempuan.

Terkait isu bunuh diri, AKP Thommy meminta masyarakat tidak beropini berlebihan.

"Saya juga klari­fikasi terkait kabar yang beredar bah­wa suami menghabisi istrinya dulu baru bunuh diri. Itu belum bisa kita konfirmas­i. Harapan kita, masyarakat jangan ­terlalu liar dalam menanggapi kasus ini," ujarnya.

Kronologi Penemuan

Sebelumnya, pada Sabtu (11/01/2019), Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan mengungkapkan kronologi penemuan mayat suami istri tersebut berawas saat teman korban perempuan mendatangi kos kedua korban atas perintah bos. 

Korban seharusnya sudah mulai bekerja pada pukul 14.00 tapi belum masuk kerja hingga pukul 16.00 Wita.

Andika Otaya (19), teman kantor korban mengintip ke dalam kamar.

Dia melihat bercak darah di dinding kamar maka,bersama penjaga mendobrak pintu kamar korban.

Mereka melihat Kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

AKP Thommy Aruan beserta anggota Sat Reskrim Polresta Manado masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara.

"Untuk wanita ada beberapa luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Nanti jumlahnya kita lihat lebih jelas pada saat hasil otopsi keluar.

Kegiatan penyelidikan, akan kita rangkum akan kita analisa dan simpulkan kira-kira peristiwa yang terjadi apa dari saat ini," ujar AKP Thommy.

Melansir Kompas.com, Andika Otaya (19) warga Kelurahan Kombos Barat, menerangkan bahwa seharusnya korban Rosna masuk kerja pukul 14.00 Wita

Namun, sampai pukul 16.00 Wita, korban belum juga masuk kerja.

Kemudian, Andika disuruh atasannya untuk mengecek ke kosan korban.

"Saya menggedor pintu, namun pintu terkunci. Saya mengintip, ternyata ada bercak darah di dinding dan sempat melihat pisau. Lalu penjaga kos mendobrak pintu kos tersebut. Setelah terbuka, saya melihat keduanya telah meninggal dunia dalam posisi telentang," ujar Andika.

Penjaga Kos, Joni Anna (39) mengatakan, sekitar pukul 00.00 Wita (Pukul 12 malam), ia melihat Gung keluar untuk mengambil makanan melalui jasa pesan antar dan kemudian langsung masuk ke kamar.

"Sekitar pukul 00.30 Wita, saya melihat istrinya Rosna masuk ke dalam kamar. Setelah mereka berdua di dalam kamar, saya sudah tidak mendengar lagi ada suara atau keributan," kata Joni dilansir dari Kompas.com

Keesokan harinya, sekitar pukul 16.00 Wita, Joni didatangani teman dari pasangan suami istri tersebut dan ingin bertemu korban Rosna.

Kemudian, lelaki tersebut menggedor pintu dan mengintip dari lubang kecil.

Lelaki itu kemudian memanggil Joni dan memberitahu bahwa ada darah di tembok.

"Mendengar itu, saya mengintip juga, dan ternyata betul. Kemudian saya mengambil linggis dan membuka paksa kamar mereka.

Ternyata mereka berdua telah meninggal dunia, lalu saya menghubungi kepala lingkungan dan beberapa saat kemudian petugas dari kepolisian datang," kata Joni. (TribunStyle.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Pengantin Baru 2 Bulan Nikah Terbunuh di Kamar Kos, Ini Hasil Analisa Rekaman CCTV

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved