Breaking News:

Diduga Kehausan, Bocah 2 Tahun di Sukabumi Tewas setelah Menenggak Disinfektan di Botol Air Mineral

MA meninggal dunia setelah tak sengaja meminum cairan disinfektan yang ada di rumahnya.

Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNMATARAM.COM - Diduga kehausan, bocah 2 tahun tewas setelah menenggak cairan disinfektan di wadah air mineral.

Duka mendalam dirasakan Sihabudin dan istrinya yang harus mengikhlaskan kepergian anak keduanya, MA (2).

MA meninggal dunia setelah tak sengaja meminum cairan disinfektan yang ada di rumahnya.

Balita tersebut pun dinyatakan meninggal di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (20/4/2020) malam.

Anak balita berjenis kelamin pria asal Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, ini sempat kritis dan mendapatkan penanganan tim medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu.

Najwa Shihab Terharu Saksikan Video Viral Ojol Lindungi Pesanan Pelanggan dari Mobil Disinfektan

Potret Bilik Disinfektan untuk Corona di Surabaya, Modifikasi Shower Bak Mandi Kaca

Ayahanda almarhum MA, Sihabudin membenarkan anak keduanya telah meninggal dunia Senin malam, setelah beberapa jam mendapatkan penanganan tim medis.

Dua bilik sterilisasi bertipe chamber (ruangan) dan tipe tunnel (terowongan) yang dikembangkan Institut Teknologi Telkom Surabaya dibawa ke Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2020).
Dua bilik sterilisasi bertipe chamber (ruangan) dan tipe tunnel (terowongan) yang dikembangkan Institut Teknologi Telkom Surabaya dibawa ke Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2020). ((KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN))

"Ia putra kedua kami meninggal dunia di rumah sakit Palabuhanratu," ungkap Sihabudin saat sikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp, Senin malam.

Dia  mengakui sudah ikhlas melepas kepergian sang anak untuk selama-lamanya. Begitu juga istri dan keluarganya sudah ikhlas karena semuanya takdir Tuhan.

"Kami keluarga semuanya pasrah," aku dia yang juga sebagai Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Bantargadung.

Cairan disinfektan sempat dimuntahkan

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved