Puluhan Penumpang Terlantar di Pelabuhan NTB, Tak Bisa Mudik karena Kapal Dilarang Berlayar ke NTT

Sudah berhari-hari puluhan warga NTT yang hendak pulang kampung masih tertahan di Pelabuhan Sape, NTB.

Ilustrasi mudik lebaran 2020
Warta Kota/Henry Lopulala 

TRIBUNMATARAM.COM Sudah berhari-hari puluhan warga NTT yang hendak pulang kampung masih tertahan di Pelabuhan Sape, NTB. 

Mereka tertahan karena kapal Pelni dan Feri tidak bisa berlabuh di semua pelabuhan di NTT, sesuai instruksi dari Pemprov NTT.

Larangan itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTT

Florianus Pangkal, salah seorang penumpang asal NTT mengatakan, dirinya bersama puluhan orang sudah lima hari tertahan di Pelabuhan Sape.

Warga Grobogan Kejang-kejang & Meninggal saat Berobat di Bidan Desa, Baru Pulang dari Tangerang

Para penumpang itu ada yang datang dari Bali, Mataram, dan Bima, dengan status mahasiswa dan juga para pekerja yang kena PHK dari perusahaan.

Semuanya ingin pulang ke kampung halaman.

Mereka berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Tengah, Manggarai Barat, dan Kupang.

Foto : Para penumpang asal NTT terpaksa tidur di kursi dan lantai ruang tunggu pelabuhan Sape, NTB, Kamis (24/4/2020).
Foto : Para penumpang asal NTT terpaksa tidur di kursi dan lantai ruang tunggu pelabuhan Sape, NTB, Kamis (24/4/2020). (Dokumen penumpang)

Florianus mengatakan, ia dan para penumpang lainnya sama sekali tidak mengetahui ada larangan kapal penumpang berlabuh di pelabuhan NTT.

Florianus menyebut, hingga saat ini nasib puluhan penumpang asal NTT masih terkatung-katung di Pelabuhan Sape.

Mereka masih menunggu kebijakan dari Pemprov NTT agar bisa melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved