Virus Corona

Menilik Skenario Hidup Normal Pemerintah setelah Covid-19 di Indonesia, Ahli Anggap 'Salah Besar'

Menilik skenario hidup normal setelah pandemi Covid-19 yang diperkirakan akan dimulai Juni 2020.

www.ucsf.edu via Tribunnews.com
ILUSTRASI Social Distancing - Social distancing adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona, menurut para ahli. 

TRIBUNMATARAM.COM - Menilik skenario hidup normal setelah pandemi Covid-19 yang diperkirakan akan dimulai Juni 2020.

Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian telah memulai skenario hidup normal, ahli pun angkat bicara menanggapi ini.

Beberapa ahli menilai, skenario hidup normal yang disusun pemerintah tersebut kurang pas.

Kementerian Perkonomian mengeluarkan skenario "hidup normal" atau new normal dengan timeline pemulihan ekonomi nasional usai pandemi Covid-19. Skenario ini dibuat mulai awal Juni 2020 mendatang.

Sebuah Klub Malam di Seoul Diduga Jadi Penyebab Virus Corona Kembali Muncul di Korea Selatan

Anies Baswedan Bingung dengan Sikap Pemerintah, Ungkap Data Covid-19 yang Disembunyikan dari Awal

Diketahui ternyata skenario timeline atau rentang waktu tersebut merupakan proposal yang dibuat oleh Ekonom Senior Raden Pardede.

Proposal tersebut dipresentasikan Raden Pardede kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melalui conference bertajuk 'Road Map Ekonomi Kesehatan Keluar Covid-19'.

Dalam timeline tersebut, dirumuskan 5 fase atau tahapan yang dimulai tanggal 1, 8, 15 Juni hingga 6, 20, 27 Juli 2020.

Adapun fase itu akan diikuti dengan kegiatan membuka berbagai sektor industri, jasa bisnis, toko, pasar, mall, sektor kebudayaan, sektor pendidikan, aktivitas sehari-hari di luar rumah, dan lain sebagainya hingga evaluasi. Hal ini dikatakan akan dilakukan secara bertahap.

Tujuan timeline tersebut adalah mengupayakan agar pada akhir Juli atau Agustus sudah bisa membuka seluruh kegiatan ekonomi, dan dievaluasi secara berkala hingga vaksin ditemukan.

Siapkah Indonesia dengan skenario ini?

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved