Breaking News:

Virus Corona

Sebuah Klub Malam di Seoul Diduga Jadi Penyebab Virus Corona Kembali Muncul di Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan pada Senin (11/5/2020) lalu bergegas melacak infeksi Covid-19 yang berkaitan dengan klub malam di Seoul.

Editor: Asytari Fauziah
AFP/STR/CHINA OUT
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

TRIBUNMATARAM.COM Pemerintah Korea Selatan pada Senin (11/5/2020) lalu bergegas melacak infeksi Covid-19 yang berkaitan dengan klub malam di Seoul.

Sebelumnya, Korea Selatan dipuji dunia karena tindakannya yang cepat dan efektif terhadap pandemi.

Alhasil langkah semacam ini secara signifikan mengurangi tingkat infeksi baru dalam beberapa minggu terakhir.

Sayangnya, sejumlah orang yang kurang peduli dengan risiko penularan membuahkan gelombang kedua wabah di negara ini.

Otoritas terkait mengumumkan ada 35 kasus terkait klub malam pada Minggu (10/5/2020) lalu, sebagaimana dilaporkan Reuters

Jumlah infeksi baru terbanyak setelah sebulan berjalan stabil.

Baca: KBRI Seoul Minta WNI Pengunjung Klub di Itaewon Lakukan Tes Corona

Baca: Korea Selatan Mendeteksi Kluster Baru Covid-19, 2 Hari setelah Fasilitas Publik Kembali Normal

Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes virus corona di sebuah bilik pengujian di luar RS Yangji, Seoul, Selasa (17/3/2020). Sebuah rumah sakit di Korea Selatan telah memperkenalkan
Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes virus corona di sebuah bilik pengujian di luar RS Yangji, Seoul, Selasa (17/3/2020). Sebuah rumah sakit di Korea Selatan telah memperkenalkan "bilik telepon" - fasilitas pengujian coronavirus agar staf medis tidak perlu menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi. (AFP/Ed JONES)

Sebanyak 29 di antaranya, berkaitan dengan beberapa klub malam dan bar.

Dikutip dari laporan CNN pada Selasa (12/5/2020), ada lebih dari 100 kasus infeksi yang dikaitkan dengan tempat hiburan malam di ibukota ini. 

Fakta banyaknya kasus berasal dari komunitas minoritas itu lantas menimbulkan guncangan pada pemerintah.

Sebab mereka harus berusaha melacak para anggota komunitas tersebut, sedangkan Korea masih menganggap tabu hal-hal seperti itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved