Virus Corona

Kabar Terbaru Corona Dunia Rabu 20 Mei 2020, Total 4,9 Juta Pasien, China Meningkat di Peringkat 13

Berikut laporan terbaru perkembangan virus corona global di seluruh dunia per Rabu 20 Mei 2020. China mulai meningkat di urutan ke-13.

Editor: Asytari Fauziah
Kompas.com
Ilustrasi virus Corona menyerang Indonesia 

Sembuh: 62.563

 

8. Jerman

Terkonfirmasi: 177.827

Meninggal: 8.193

Sembuh: 155.700

 15 Warga Sidoarjo Positif Corona Setelah Nekat Buka Peti Mati, Mandikan & Makamkan Pasien Covid-19

9. Turki

Terkonfirmasi: 151.615

Meninggal: 4.199

Sembuh: 112.895

10. Iran

Terkonfirmasi: 124.603

Meninggal: 7.119

Sembuh: 97.173

11. India

Terkonfirmasi: 106.475

Meninggal: 3.302

Sembuh: 42.309

12. Peru

Terkonfirmasi: 99.483

Meninggal: 2.914

Sembuh: 36.524

13. China

Terkonfirmasi: 82.960

Meninggal: 4.634

Sembuh: 78.241

14. Kanada

Terkonfirmasi: 79.112

Meninggal: 5.912

Sembuh: 40.050

15. Arab Saudi

Terkonfirmasi: 59.854

Meninggal: 329

Sembuh: 31.634

 16. Belgia

Terkonfirmasi: 55.791

Meninggal: 9.108

Sembuh: 14.687

17. Meksiko

Terkonfirmasi: 51.633

Meninggal: 5.332

Sembuh: 35.388

18. Chili

Terkonfirmasi: 49.579

Meninggal: 509

Sembuh: 21.507

19. Belanda

Terkonfirmasi: 44.249

Meninggal: 5.715

Sembuh: Data Tidak Tersedia

20. Pakistan

Terkonfirmasi: 43.966

Meninggal: 939

Sembuh: 12.489

4 Cara Beradaptasi Dengan Kebiasaan Baru atau 'New Normal' Akibat Pandemi Virus Corona

andemi virus corona menyebabkan masyarakat harus melakukan kebiasaan baru untuk mencegah penularannya.

Diperkirakan, setelah pandemi selesai manusia tidak bisa menjalankan rutinitas seperti biasanya.

Akan ada rutinitas baru yang harus dijalankan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan.

Ini bisa menjadi tantangan besar untuk banyak orang,s ebab proses adaptasi tentunya tidak semudah yang dibayangkan.

 MUNGKIN 5 Hal Ini Jadi Kebijakan Baru Pasca Pandemi, Rapid Test Sebelum Terbang hingga APD Pramugari

 5 Aplikasi Meeting Online Terbaik Untuk WFH Selama Pandemi Virus Corona, Coba Langsung Gratis

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

Bahkan, proses adaptasi ini bisa menimbulkan gangguan psikologis yang serius bagi beberapa orang.

Lalu, bagaimana cara beradaptasi dengan kebiasaan baru atau 'new normal' setelah pandemi usai.

Dilansir dari Cleveland, ada empat hal yang harus dilakukan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Berikut adalah empat hal yang harus dilakukan untuk beradaptasi dengan kebiasan baru tersebut.

  • Berdamai dengan keadaan
Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

Menurut psikolog klinis Adam Borland, salah satu hal yang paling penting untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru adalah menerima kenyataan bahwa semua orang juga sedang beradaptasi.

Rasa kecewa dan frustasi pasri akan muncul, Borland menyatankan untuk tetap berusaha melewati proses adaptasi dengan mempertahankan rutinitas harian.

"Ada banyak hal di luar kendali namun kita tetap harus bisa mepertahankan rutinitas harian, seperti mengerjakan tugas-tugas yang bisa kita selesaikan untuk mendapatkan pencapaian nyata," ucapnya.

  • Menjaga komunikasi dengan orang lain
Ilustrasi
Ilustrasi (mosio.com)

Rasa kecewa dan frustasi adalah hal yang biasa terjadi di tengah situasi yang genting seperti sekarang ini.

Oleh karenanya, Borland menyarankan agar kita tetap menjaga komunikasi dan terhubung dengan orang lain.

"Kita bisa dengan mudah terbawa emosi negatif, terutama perasaan terisolasi dan kesepian," katanya.

Untuk mengatasinya, Borland menyarankan untuk mengkomunikasikan apa yang kita rasakan kepada teman atau keluarga.

Cara ini akan membantu agar diri kita tidak merasa sendiri.

Hal ini juga berlaku dalam dunia kerja.

Agar pekerjaan tetap lancar, kita harus memiliki komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan.

Dengan cara ini, kita bisa mendiskusikan dan mencari solusi dari hambatan dari pekerjaan yang kita alami.

  • Menjaga keseimbangan emosi
Ilustrasi
Ilustrasi (Freepik.com)

Menyeimbangkan emosi saat sedang beradaptasi memang bukan hal yang mudah dilakukan.

Akan tetapi, keseimbangan emosi diperkukan agar kita tetap tenang di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

Selain itu, keseimbangan emosi juga bisa menentukan kesehatan fisik dan mental.

Untuk mencapai keseimbangan emosi, yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi perasaan tanpa melakukan penghakiman.

"Tak masalah jika kita merasa sedih, kecewa dan marah. Yang perlu kita lakukan adalah menerima perasaan itu tanpa ada penyesalan atau menyalahkan diri sendiri," ucap Borland.

  • Fokus pada masa kini
Ilustrasi
Ilustrasi (freepik.com/rawpixel.com)

Situasi pandemi membuat kita selalu membayangkan hal buruk yang belum atau tidak akan terjadi di masa depan, dan meyesali apa yang sudah dilakukan di masa lalu.

"Sangat sulit untuk berfokus pada masa kini karena banyak orang memiliki spekulasi dan ketakutan tentang apa yang akan terjadi di hari esok," ucap Borland.

Menurutnya, hal tersebut hanya akan membuat diri kita sulit beradaptasi dengan keadaan dan membuat kita tidak bisa fokus pada hal-hal yang harus dikerjakan di masa kini.

"Biarkan segala sesuatunya terjadi. Hal yang perlu kita lakukan dalah fokus pada masa kini dan mengerjakan apa yang harus kita selesaikan," tambah Borland.

(Tribunstyle.com/ Editor: Monalisa) (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani, TribunStyle.com/Anggie)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com dengan judul Update Corona Global Rabu 20 Mei 2020: Total Infeksi AS 1,5 Juta, Kematian Capai 93.501 Jiwa "4 Tips Agar Sukses Beradaptasi dengan "New Normal" Menurut Psikolog".

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul UPDATE Corona Dunia Rabu 20 Mei 2020, Total 4,9 Juta Pasien, China Meningkat di Peringkat 13

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved