Virus Corona

Pedagang di Pasar Lakukan Rapid Test Virus Corona Massal Hingga Menangis: Kalau Positif Gimana Pak?

Seorang pedagang di Pasar Wates, Kulon Progo menangis ketika menjalani rapid test massal, Rabu (20/5/2020).

Editor: Asytari Fauziah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. 

ES dihadapkan pada pilihan menutup toko dan melindungi diri atau membuka tokonya agar dapat bertahan hidup.

Sebab, hanya dari berdagang keluarganya memperoleh pemasukan.

"Pengen tutup tapi kalau tutup enggak punya uang, kalau buka ya berisiko juga karena berinteraksi dengan orang banyak. Dilema pokoknya," kata ES.

Sering Diajak Orang Tuanya Berdagang ke Pasar, Bayi 1 Tahun Positif Virus Corona

Rapid test massal

Pemerintah Kulon Progo melakukan rapid tes massal sejak Selasa (19/5/2020) hingga Rabu (20/5/2020).

Sejumlah tenaga medis diterjunkan untuk pelaksanaan tes ini.

Rapid test menyasar para pedagang pasar tradisional, karyawan hingga pengunjung di lokasi pusat keramaian.

Pelaksanaan rapid test massal ini disambut antusias oleh masyarakat.

Warga saat berbelanja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Pedagang kembali meramaikan pasar Tanah Abang, saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19.
Warga saat berbelanja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Pedagang kembali meramaikan pasar Tanah Abang, saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Ironi di Tengah PSBB, Masyarakat Malah Berdesakan di Pusat Perbelanjaan

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah kota besar mengatur pergerakan masyarakat agar penyebaran virus corona bisa ditekan.

Ironis, situasi di sejumlah tempat tidak menunjukkan pengetatan pergerakan itu.

Seolah tak ada PSBB, masyarakat masih memadati ruang publik seperti mal.

Salah satunya terlihat dari tumpukan pengunjung Mal CBD Ciledug Kota Tangerang yang videonya viral beberapa hari ini.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falfeli mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/5/2020).

"Itu (kerumunan) informasinya hari Minggu," tutur Gufron saat dihubungi melalui telepon, Selasa (19/5/2020).

 Perawat Meninggal karena Virus Corona, Sebelumnya Sempat Dilarang Bekerja karena Sedang Hamil

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved