Virus Corona
Pedagang di Pasar Lakukan Rapid Test Virus Corona Massal Hingga Menangis: Kalau Positif Gimana Pak?
Seorang pedagang di Pasar Wates, Kulon Progo menangis ketika menjalani rapid test massal, Rabu (20/5/2020).
ES dihadapkan pada pilihan menutup toko dan melindungi diri atau membuka tokonya agar dapat bertahan hidup.
Sebab, hanya dari berdagang keluarganya memperoleh pemasukan.
"Pengen tutup tapi kalau tutup enggak punya uang, kalau buka ya berisiko juga karena berinteraksi dengan orang banyak. Dilema pokoknya," kata ES.
• Sering Diajak Orang Tuanya Berdagang ke Pasar, Bayi 1 Tahun Positif Virus Corona
Rapid test massal

Pemerintah Kulon Progo melakukan rapid tes massal sejak Selasa (19/5/2020) hingga Rabu (20/5/2020).
Sejumlah tenaga medis diterjunkan untuk pelaksanaan tes ini.
Rapid test menyasar para pedagang pasar tradisional, karyawan hingga pengunjung di lokasi pusat keramaian.
Pelaksanaan rapid test massal ini disambut antusias oleh masyarakat.

Ironi di Tengah PSBB, Masyarakat Malah Berdesakan di Pusat Perbelanjaan
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah kota besar mengatur pergerakan masyarakat agar penyebaran virus corona bisa ditekan.
Ironis, situasi di sejumlah tempat tidak menunjukkan pengetatan pergerakan itu.
Seolah tak ada PSBB, masyarakat masih memadati ruang publik seperti mal.
Salah satunya terlihat dari tumpukan pengunjung Mal CBD Ciledug Kota Tangerang yang videonya viral beberapa hari ini.
Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falfeli mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/5/2020).
"Itu (kerumunan) informasinya hari Minggu," tutur Gufron saat dihubungi melalui telepon, Selasa (19/5/2020).
• Perawat Meninggal karena Virus Corona, Sebelumnya Sempat Dilarang Bekerja karena Sedang Hamil