Virus Corona

Fakta Lengkap Gubernur Maluku Pesan Obat Herbal dari China untuk Pasien Covid-19, Akan Dibagi ke RS

Gubernur Maluku Murad Ismail telah memesan dan memberikan 1.200 dus obat herbal yang diklaim sembuhkan pasien corona ringan.

Editor: Asytari Fauziah
YouTube WGBH News
ilustrasi penemuan obat untuk pasien virus corona 

"Para ahli masih berupaya keras untuk bisa mendapatkan vaksin agar kekebalan buatan yang bisa kita ciptakan mampu kita gunakan untuk berhadapan dengan Covid-19," kata Yurianto dalam konferensi persnya, Selasa (26/5/2020).

"Namun, upaya ini masih belum ada hasilnya. Upaya ini masih belum menemukan vaksin yang disepakati seluruh dunia untuk digunakan," kata dia.

Kendati demikian, Yuri menegaskan, semua pihak terus berusaha untuk menemukan vaksin Covid-19.

Bahkan, menurut dia, peneliti Indonesia juga berusaha melakukan penemuan tersebut.

"Oleh karena itu, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita berusaha untuk melindungi diri kita sendiri," ujar dia. 

Yuri berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa melindungi diri sendiri dari penularan Covid-19.

Sebab, menurut dia, melindungi masyarakat dari Covid-19 bukan hanya menjadi tugas pemerintah.

"Cara inilah yang harus kita kerjakan sekarang," kata dia.

Sebelumnya, Yuri juga mengingatkan, karena belum ditemukan obat Covid-19, pengobatan penyakit ini akan menggunakan prosedur yang panjang.

"Maka, cara yang paling baik dalam kondisi saat ini adalah memutus penyebaran dan mencegah penularan Covid-19 itu sendiri," tutur Yuri. (Kompas.com/ Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor: Robertus Belarminus/ Michael Hangga Wismabrata/ Sania Mashabi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta di Balik Klaim Gubernur Maluku Soal Obat Corona dari China, Bentuknya Herbal dan 1.200 Siap Dibagikan" dan "Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil"

BACA JUGA: Tribunnewsmaker.com dengan judul 4 Fakta Obat Herbal dari China yang Dipesan Gubernur Maluku, Akan Dibagikan ke Rumah Sakit

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved