Breaking News:

MUI dan PBNW, Ormas Islam Terbesar di NTB Menolak Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila

Sejumlah ormas Islam dan organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Mataram
PBNW dan PWNW Se-Indonesia Tegas Menolak RUU HIP 

TRIBUNMATARAM.COM - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diinisiatif DPR RI menuai polemik dan sorotan di kalangan masyarakat. 

Sejumlah ormas Islam dan organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak pembahasan RUU ini.

Dari Nusa Tenggara Barat untuk Indonesia, Laskar Sasak Bagikan 1000 Masker untuk Perangi Covid-19

Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, (PBNW), ormas Islam terbesar di NTB dan seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PW NW) di seluruh Indonesia hari ini, Jum'at, 19 Juni 2020 mengeluarkan surat pernyataan sikap menolak pembahasan RUU HIP.

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan Tuan Guru Bajang KH. Lalau Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd I; Ketua Umum PBNW dan Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA, Sekretaris Jenderal PBNW; tertanggal hari ini, Jum'at 19 Juni 2020, PBNW dengan tegas menolak RUU HIP tersebut.

Surat peryataan PBNW
Surat peryataan PBNW (Sumber: Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Mataram)

"Bagi keluarga besar Nahdlatul Wathan telah bulat menyatakan Pancasila sebagai dasar Negara karena seauai amanah dan isntruksi pendiri NWDI, NBDI dan NW, Pahlawan Nasional Maulanassyaikh TGKH.

Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang termaktub dalam buku Wasiat Renungan Masa mauoun dalam penjelasan beliau setiap even HULTAH dan pengajian NW," NW dalam keterangan resminya, Selasa (19/6/2020).

Sumber: Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Mataram

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved