Breaking News:

Virus Corona

Pasien Meninggal karena Covid-19 Tak Cuma karena Komorbid, Autopsi Buktikan Paru-paru Rusak Parah

Pasien meninggal dunia karena Covid-19 melalui autopsi terbukti mengalami kerusakan paru-paru yang parah.

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA via Kompas.com
Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari. 

TRIBUNMATARAM.COM - Tak hanya komorbid atau penyakit penyerta, hasil autopsi menunjukkan kerusakan paru yang parah.

Pasien meninggal dunia karena Covid-19 melalui autopsi terbukti mengalami kerusakan paru-paru yang parah.

Hal ini membuktikan jika pasien meninggal dunia tak hanya disebabkan oleh komorbid atau penyakit bawaan.

Sebagian besar masyarakat masih memahami kematian pasien Covid-19 diakibatkan oleh komorbiditas atau penyakit penyerta.

Diisolasi 66 Hari, Ini Cerita Pasien Positif Virus Corona Jalani 14 Kali Swab Test hingga Sembuh

POPULER Wujud Alat Rapid Test RI-GHA Covid-19 Produksi Mataram, Murah & Diklaim Hasilnya Akurat

Namun, sejumlah studi telah menunjukkan adanya kerusakan organ paru yang cukup parah, yang diakibatkan oleh infeksi virus corona baru, SARS-CoV-2.

inilah RI-GHA Covid19 buatan Prof. Mulyanto Kepala Laboraturium Hepatika Bumi Gora, Kota Mataram NTB, Desan RI-GHA Covid19 , sebuah alat rapid tes dengan desain yang simple dengan harga murah Rp 75.000 per bijinya. Siapapun bisa melakukan rapid tes sendiri dengan cepat, karena dalam jangka waktu 15 menit kita sudah mendapatkan hasilnya.
inilah RI-GHA Covid19 buatan Prof. Mulyanto Kepala Laboraturium Hepatika Bumi Gora, Kota Mataram NTB, Desan RI-GHA Covid19 , sebuah alat rapid tes dengan desain yang simple dengan harga murah Rp 75.000 per bijinya. Siapapun bisa melakukan rapid tes sendiri dengan cepat, karena dalam jangka waktu 15 menit kita sudah mendapatkan hasilnya. ((FITRI R))

Hal itu disampaikan oleh Ahli Biologi Molekuler Indonesia Ahmad Utomo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

"Sempat ada klaim yang menghebohkan, tidak ada kematian karena Covid-19. Pasien meninggal karena penyakitnya, tentu ini tidak benar," ungkap Ahmad.

Ahmad menegaskan kematian karena Covid-19 adalah nyata yang telah dibuktikan dari sejumlah studi otopsi terhadap jenazah pasien positif Covid-19.

Virus SARS-CoV-2 merusak organ paru

Sejumlah artikel dan jurnal penelitian telah menunjukkan bagaimana infeksi virus SARS-CoV-2 ini merusak organ paru manusia.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved