Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Cara Kepala Bank Jatim Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar, Biayai Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Fatini mantan Kepala Bank Jatim divonis penjara karena telah menggelapkan uang nasabah Rp 7,7 miliar untuk kebutuhan pribadi.

Editor: Asytari Fauziah
TRIBUNMATARAM.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Ilustrasi penggelapan uang 

TRIBUNMATARAM.COM Ani Fatini mantan Kepala Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis, Pamekasan divonis penjara karena telah menggelapkan uang nasabah Rp 7,7 miliar yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan pribadi salah satunya biaya suaminya jadi anggota DPRD.

Kasus tersebut berawal saat sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan Jawa Timur curiga karena ada penarikan uang ilegal dari anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) pada Januari 2020 lalu.

Uang yang mereka simpan di Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis mendadak raib.

 Kabar Terkini Malinda Dee, Terdakwa Penggelapan Uang Nasabah yang Pernah Viral karena Silikon Pecah

Seperti yang diceritakan TF, salah satu aparat Desa Artodung, Kecamatan Galis. Ia mengungkapkan pada Agustus 2019 lalu tabungan desa yang bersumber dari ADD yang disimpan di Bank Jatim senilai Rp 39 juta hilang.

TF kemudian meminta penjelasan ke Bank Jatim dan kala itu ditemukan bukti ada penarikan uang dengan tanda tangan palsu.

"Tanda tangan dalam slip penarikan itu semuanya palsu. Kami juga tidak pernah melakukan penarikan ADD sebesar itu," kata TF kepada Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Dugaan penggelapan uang nasabah di Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan mencapai Rp 2,7 miliar. Kasus ini sudah ditangani oleh Polres Pamekasan.
Dugaan penggelapan uang nasabah di Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan mencapai Rp 2,7 miliar. Kasus ini sudah ditangani oleh Polres Pamekasan. (KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN)

Tak hanya Desa Artodung, tabungan desa milik Desa Pagendingan sebesar Rp 45 juga juga mendadak hilang saat disimpan di rekening Bank Jatim

"Aneh sekali, karena belum pernah ada penarikan, tiba-tiba di rekening sudah raib Rp 45 juta," ujar RM, Kepala Desa Artodung.

Setelah kasus tersebut mencuat, uang di rekening yang sempat hilang ternyata dikembalikan. Bahkan pengembaliannya ada yang melebihi uang yang raib.

"Di rekening kami ada pengembalian Rp 50 juta. Padahal yang hilang Rp 39 juta. Kami kembalikan lagi ke bank," kata salah satu aparat Desa Artodung, TF.

 POPULER Kebaikan Hati Petugas Kebersihan Stasiun, Kembalikan Uang Rp 500 Juta dalam Plastik

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved