Geger Penemuan Tulang Belulang Terikat Sarung di Pohon Cokelat, Hilang Sejak Pamit Ambil Laundry

Warga Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali digegerkan dengan penemuan mayat yang tinggal tulang belulang terikat di sebuah pohon cokelat dengan sarung.

istimewa
Polisi saat olah TKP temuan tulang belulang manusia di Banjar Parekan, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (19/7/2020). 

Setelah melakukan olah TKP dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, korban diketahui bernama Rokani (44) asal Tulungagung, Jawa Timur.

Sedangkan kerangka korban dievakuasi ke RSUP Sanglah oleh petugas BPBD untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Dyan Eko Saputro yang mengaku keluarga korban mengatakan, Rokani diketahui meninggalkan tempat tinggalnya di Gianyar pada 27 April 2020.

Saat itu korban pamit meninggalkan rumah untuk pergi mengambil laundry. Tapi setelah itu justru menghilang dan tak bisa dihubungi lagi.

Karena tak ada kabar, korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarga ke Polsek Ubud pada 9 Juni 2020.

Korban Pemerkosaan Bunuh Diri

Nasib malang dialami oleh seorang ibu muda yang memilih bunuh diri lantaran tak kuat menanggung malu setelah diperkosa tujuh orang pemuda asing.

Wanita muda itu pun meninggalkan seorang anak yang masih berusia 6 tahun.

Hingga saat ini polisi berusaha mengusut tuntas kasus ini lantaran dinilai sebagai kejahatan besar.

Seorang ibu muda di Bangkalan, Madura, tewas bunuh diri pada Rabu (1/7/2020). Ibu muda itu merupakan korban pemerkosaan yang dilakukan tujuh pemuda beberapa waktu lalu.

 POPULER Cerita Mencekam Bidan dan Perawat Disekap 4 Jam, Barang Dirampok hingga Diancam Diperkosa

 Gambar Gadis Terikat Siswi Bunuh Bocah adalah Dirinya yang Diperkosa Pacar dengan Kelainan Seksual

Polres Bangkalan telah mengidentifikasi enam dari tujuh terduga pelaku pemerkosaan terhadap ibu muda yang merupakan warga Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan itu.

Pencabulan oleh ayah kandung
Pencabulan oleh ayah kandung (The Clinical Advisor)

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sorbanapraja telah menggrebek rumah tiga terduga pelaku.

"Namun target yang kami identifikasi sebagai pelaku tidak ada di rumah, enam pelaku terus kami kejar," kata Agus seperti dikutip dari Surya.co.id, Senin (6/7/2020).

Polisi sempat kesulitan mengungkap kasus ini. Sebab, korban meninggal pada Rabu (1/7/2020).

"Sejumlah saksi yang kami harapkan memberikan informasi, tidak mengenali para pelaku. Itu sebuah kerepotan," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved