Berita Terpopuler

POPULER Teara Lesehan di Pinggir Jalan Raya Demi Dapat Sinyal Internet Agar Bisa Kuliah Online

Kisah Teara Noviani mungkin bisa menjadi inspirasi sekaligus refleksi bagi pemerintah untuk kembali memeratakan internet di seluruh pelosok negeri.

Editor: Asytari Fauziah
(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA)
Teara, adik dan kawannya mengikuti kuliah daring di tepi jalan karena sulit sinyal internet, di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kisah Teara Noviani mungkin bisa menjadi inspirasi sekaligus refleksi bagi pemerintah untuk kembali memeratakan internet di seluruh pelosok negeri.

Bukan hal yang mudah bagi Teara, adik, dan temannya untuk belajar dari rumah di tengah pandemi.

Teara, adik dan kawannya mengikuti kuliah daring di tepi jalan karena sulit sinyal internet, di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA)
Teara, adik dan kawannya mengikuti kuliah daring di tepi jalan karena sulit sinyal internet, di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA) ()

Minimnya sinyal internet di desanya, membuat Teara terpaksa lesehan di tepi jalan raya untuk mendapatkan sinyal dan terus belajar.

 Siswi SD di NTT Bingung Belajar dari Rumah Tak Ada HP, Tak Tahu Internet : Cuma Tahu Namanya

 Pria Ini Sukses Sediakan Internet Murah di Kampung dengan Pasang Kabel Sendiri, Kini Terkendala Izin

Hampir setiap hari Teara Noviani duduk di tepi jalan sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Mahasiswi semester 2 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu tak patah arang demi mengikuti kuliah.

Teara duduk bersila, memangku laptop, beralaskan rerumputan, tumpukan kertas dan buku di sekitarnya. Tak peduli kendaraan bermotor lalu lalang. 

Ia melakukan itu sejak kegiatan perkualiahannya daring karena terdampak pandemi Covid-19.

Sementara ia tinggal di daerah minim akses internet, di pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

"Hampir setiap hari saya dan adik duduk di pinggir jalan, kadang ada satu teman saya, karena di pinggir jalan tersebut sinyal internet cukup stabil,” ungkap Teara, ditemui Rabu (22/7/2020).

Teara yang mempunyai julukan "Anak Singkong" itu menceritakan, setiap pagi ia berjalan satu kilometer bersama adiknya mencari titik lokasi yang stabil akses internet.

Menjelang siang, sang ibu datang membawakan makan siang untuknya dan adiknya.

Teara mengaku tidak mudah belajar di tepi jalan. Ia harus berkonsentrasi penuh sementara banyak orang dan kendaraan berlalu lalang.

Jika matahari mulai terik, ia terpaksa bergeser ke titik yang teduh di bawah pohon.

"Pernah ketika mengerjakan ujian tengah semester, beberapa orang yang kebetulan lewat menyapa kami, otomatis membuyarkan konsentrasi," tutur anak sulung dari dua bersaudara pasangan Sutejo dan Komaroyani ini.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved