Breaking News:

Buntut Pakai Baju Pendukung Gibran, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Solo Dicopot dari Jabatannya

Kader PKS Solo, Didik Hermawan membuat heboh dengan mengenakan pakaian khas pendukung bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Editor: Asytari Fauziah
KOMPAS.com / Garry Andrew Lotulung
Gibran Rakabuming 

"Jelas menyalahgunakan fasilitas negara. Beliau harus bedakan mana kepentingan negara mana kepentingan keluarga," kata Pangi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Hal ini disampaikan Pangi menanggapi pengakuan bakal calon wali kota yang ditugaskan DPC PDI-P Solo, Achmad Purnomo.

 Buntut Kekesalan Jokowi pada Menteri yang Terlalu Santai, Akan Bubarkan 18 Lembaga Tak Produktif

Purnomo mengaku dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara Jakarta, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Di Istana, Purnomo mengatakan kalau dirinya diberitahu oleh Presiden Jokowi bahwa pasangan calon yang direkomendasi DPP PDI-P maju dalam Pilkada Solo 2020 itu bukan dirinya, melainkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso.

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo.
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo. (Kompas.com)

Gibran merupakan putra sulung Jokowi.

Menurut Pangi, obrolan itu tidak sebaiknya dilakukan di Istana Kepresidenan, semestinya di kediaman pribadi.

"Apa susahnya pulang ke rumah sebentar, bahas pilkada, ngobrol santai di rumah saja. Kenapa harus di Istana?" kata Pangi.

Pangi mengaku sudah mengingatkan sejak awal bahwa langkah Gibran maju dalam Pilkada Solo sangat rawan konflik kepentingan.

 Lahan & Rumah Digusur PTPN, 170 Petani Nekat Jalan Kaki dari Sumut ke Jakarta Demi Bertemu Jokowi

Menurut dia, harusnya Gibran dan seluruh anggota keluarga Jokowi menunggu untuk terjun ke politik sampai Jokowi tak lagi menjabat.

"Ini bukan kali ini saja, Presiden juga sering kali melakukan hal yang blunder, apakah engak diingatkan?

Atau Presiden tahu beliau salah, tapi tetap saja enggak mau di atur-atur," kata dia.

Hingga saat ini Presiden Jokowi belum memberikan tanggapan atas pernyataan Purnomo.

Kompas.com juga telah menghubungi pihak yang terkait Istana Kepresidenan, namun belum ada yang bersedia memberikan komentar.

 Pencalonan Gibran Raka Jadi Walikota Solo Timbulkan Pro-Kontra, SBY Ungkap Dukungannya

Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada Februari silam, Jokowi pernah memberi komentar terkait pencalonan Gibran yang dianggap sebagian pihak sebagai upaya Jokowi membangun dinasti politik.

Jokowi membantah tudingan bahwa dia melakukan politik dinasti atau membangun dinasti politik.

Menurut Jokowi, dinasti politik terjadi jika dirinya secara spesifik menunjuk anggota keluarganya menduduki jabatan tertentu.

"Dinasti politik itu kalau kita menunjuk anggota keluarga kita untuk menjabat. Misalnya saya menunjuk anak saya jadi menteri," ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari wawancara khusus dengan BBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).

 Ambil Rapot Jan Ethes, Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda Pamerkan Penghargaan Putra Mereka

Sementara itu, menurut dia, jika seorang keluarga atau anak, mendaftarkan diri dalam kontestasi pilkada, Jokowi menyebutkan bahwa rakyat yang menentukan.

"Kalau berpartisipasi dalam pilkada, yang menentukan rakyat, bukan Jokowi. Dia bisa menang, bisa tidak menang.

Bisa dipilih, bisa tidak dipilih, apa yang salah? Semua orang berhak untuk dipilih dan memilih di Indonesia," kata Jokowi. (Kompas.com /Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief/ Ihsanuddin/ Bayu Galih), Tribunnews

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenakan Baju Pendukung Gibran Berujung Pencopotan Jabatan..." dan "Bahas Pencalonan Gibran di Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Fasilitas Negara".

BACA JUGA : Tribunnewsmaker.com dengan judul Kenakan Baju Pendukung Gibran, Berujung Pencopotan Jabatan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Solo

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved