Viral Hari Ini

Keikhlasan Pak Pren 13 Tahun Jadi Marbot Berujung Manis, Terharu Dapat Gerobak Jualan dari Dermawan

Haru Syakuri alias Pak Pren pecah tatkala mendapatkan bantuan berupa gerobak jualan dari dermawan.

(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Syakuri marbot masjid saat ditemui di rumahnya Jolotundo II Semarang. 

TRIBUNMATARAM.COM - Haru Syakuri alias Pak Pren pecah tatkala mendapatkan bantuan berupa gerobak jualan dari dermawan.

Buah keikhlasannya menjadi marbot masjid akhirnya berujung manis.

Berikut kisah Pak Pren selengkapnya.

Di sebuah bangunan sempit, tepat di belakang salah satu masjid di daerah Jolotundo Kota Semarang, hidup seorang bapak bersama istri dan kedua anaknya.

Fakta-fakta Kisah Kasih Pon & Fitri, 4 Tahun Berjuang Lawan Tumor Otak, Baru Lahirkan Bayi Kembar

Viral Kisah Cinta Sejati Pon, Rela Keluar dari Pekerjaan Demi Rawat Istri yang Tumor Otak

Syakuri (47) nama bapak itu.

Syakuri marbot masjid saat ditemui di rumahnya Jolotundo II Semarang.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Syakuri marbot masjid saat ditemui di rumahnya Jolotundo II Semarang.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) ()

Sorot matanya nampak sayu, meskipun senyum ramahnya mengembang saat ditemui di tempat tinggalnya.

Memasuki rumahnya, harus menyusuri lorong lembap yang menghubungkan sisi bangunan masjid dengan deretan pertokoan.

Sudah 13 tahun Syakuri tinggal di bangunan berukuran 7 x 4 meter itu sejak dirinya bekerja sebagai marbot.

Syakuri yang karib disapa Pak Pren ini bercerita, dahulu sebelum bekerja sebagai marbot, dirinya pernah menjadi seorang buruh bangunan.

Lantaran penghasilan sebagai buruh bangunan tak cukup memenuhi kebutuhan, lantas dia mencoba berjualan tempe dan sayuran di pasar.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved