Breaking News:

Resesi Makin Nyata, Ini 6 Saran dari Perencana Keuangan, Termasuk Lakukan Prioritas Belanja

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2020 masih akan minus 2,9 persen.

Freepik
Apa Itu Resesi? Simak Penjelasannya Berikut Ini Lengkap 

Lalu, ia juga mendorong masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan, baik dengan bekerja sampingan atau melakukan bisnis rumahan.

“Bila dirasa bisnis kita terasa mulai goyang atapun akan terimbas secara finansial, maka segera bersiap untuk mencari cara antisipasi ataupun bahkan bila harus banting setir bikin bisnis baru,” tuturnya.

Sementara itu, jika Anda memiliki portofolio investasi, maka disarankan untuk memindahkan dari yang beresiko tinggi seperti hal nya saham, ke instrumen investasi dengan resiko sedang atau rendah seperti emas.

“Terakhir, bila memiliki investasi di instrumen yang cenderung sulit atau butuh waktu untuk dijual, maka sebaiknya dijual saat ini, apalagi bila kita menyadari bahwa kita butuh backup uang cash,” ucapnya.

Menkeu Sri Mulyani Beri Sinyal Resesi Ekonomi di Indonesia, Pengangguran & Kemiskinan Akan Meningkat

Indonesia bersiap hadapi resesi ekonomi, angka kemiskinan dan pengangguran bakal meningkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memberi sinyal resesi perekonomian di Indonesia akan semakin nyata.

Kabar buruk ini disampaikannya setelah melakukan revisi atas proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini, yang berpengaruh terhadap kinerja perekonomian hingga akhir tahun.

 Bersiap & Waspada untuk Resesi Ekonomi, Ini Dampaknya dan yang Harus Dilakukan Masyarakat

 Tanggapi Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Sri Mulyani: Kalau Nggak Kuat, Turun Saja Kelas III

Bendahara Negara itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III mendatang bakal berada di kisaran -2,9 persen hingga -1,1 persen.

Jika proyeksi tersebut terjadi, maka ekonomi Indonesia masuk dalam definisi resesi secara teknis. Yakni, pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Sebab pada kuartal II yang lalu, Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved