Breaking News:

Ibu Dibunuh dan Dibuang ke Semak-semak oleh Ayah Tiri, Korban Sempat Telepon Anak Sebelum Meninggal

Rani berkali-kali menyeka mata dengan kerudungnya ketika bercerita tentang almarhumah ibunya, Fitri Yanti (45).

Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

"Mama bertekad keras, jualan lagi, kerja keras untuk cucunya," katanya.

Usai menjelaskan hal itu, Rani menangis. Rani mengatakan, sang ibu pernah merasa takut akan dibunuh oleh pelaku yang merupakan suami korban.

Saat itu, ibunya dalam keadaan lebam-lebam di wajah karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

"Akhir 2018, mama dilebam-lebam KDRT, kok bisa kek gini ma. Gak apa-apa katanya.

Terus, dibilangnya, mama takut kak, kakak nanti dibunuhnya," katanya menirukan perkataan almarhumah.

Sempat telepon anak sebelum dibunuh

Farhan Aulia (21), anak korban, mengatakan, ibunya menikah dengan pelaku pada tahun 2015.

Setelah menikah, mereka sempat tinggal serumah sekitar 5 bulan di suatu tempat.

Ibunya kemudian kembali tinggal bersamanya di Jalan Bromo.

Sejak itu ibunya tak pernah berhubungan lagi dengan pelaku. Apalagi korban sempat dianiaya oleh keluarga pelaku di Pajak Halat.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved