Breaking News:

Rekonstruksi Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat, dari Test Pack Positif hingga Adegan Mengerikan

Dalam reka adegan ini, para pelaku mulai dari pasien hingga petugas klinik pun mempraktikkan apa yang mereka lakukan.

Penulis: Salma Fenty | Editor: Salma Fenty Irlanda
Kompas.com
Ilustrasi Aborsi 

Pasien RS lalu mencari klinik aborsi melalui internet.

Saat itulah RS kemudian menemukan situs resmi.com yang menggiring TS untuk melakukan aborsi di Jalan Percetakan Negara.

Tersangka RS pun kemudian menghubungi nomor tertera di situs tersebut.

Setelah menghubungi baik TS, RS, dan klinik sepakat untuk lakukan aborsi keesokan harinya Rabu (9/9/2020).

Pukul 11.00 WIB keduanya menunggu di seberang klinik dan menghubungi calo aborsi.

Tersangka RS dan TN pun dijemput oleh ED seorang tenaga medis klinik.

Sesampainya di klinik, RS diminta membayar Rp250 ribu dimana rinciannya Rp200 ribu untuk pendaftaran dan Rp50 ribu untuk USG.

Klinik aborsi ilegal
Klinik aborsi ilegal ()

Usai jalani USG, RS diminta untuk membayar Rp4 juta jika ingin melanjutkan aborsi.

Tersangka RS pun menyanggupi hal itu dan akhirnya memutuskan untuk menjalankan aborsi di tempat tersebut.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Kelvin Simanjuntak mengatakan seperti termuat dalam Berita Acara Pemeriksa (BAP) terdapat 63 adegan rekontruksi klinik aborsi ilegal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved