Pilkada 2020

Doni Monardo Klaim Angka Covid-19 di Suatu Daerah Justru Turun Berkat Pilkada 2020 Tetap Digelar

Pilkada 2020 tetap digelar di tengah tingginya angka Covid-19, Doni Monardo sebut Pilkada turunkan angka virus corona di suatu daerah.

istimewa
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. 

TRIBUNMATARAM.COM - Pilkada 2020 tetap digelar di tengah tingginya angka Covid-19, Doni Monardo sebut Pilkada turunkan angka virus corona di suatu daerah.

Tetap digelarnya Pilkada 2020 di tengah pandemi mendapatkan kecaman di tengah masyarakat.

Namun, sebuah femonena 'unik' disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Letnan jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Doni Monardo.

POPULER Rincian Harta Bobby Nasution Jelang Pilkada 2020, Lebih Besar dari Gibran, Tak Punya Utang

Minta Tunda Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Ganjar Pranowo: Zona Merah Berbahaya

Pihaknya mengaku menemui beberapa fenomena unik dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2020 di berbagai daerah.

“Fenomena tersebut misalnya, berdasarkan zonasi, daerah yang ada pilkada, mengalami penurunan kasus zona merah. Sedangkan yang tidak ada pilkada justru meningkat,” tuturnya.

Hal itu ia sampaikan dalam talkshow bertajuk Media Bertanya Doni Menjawab, Jumat (9/10/2020).

Meski demikian, Doni menilai, fenomena tersebut bukan semata – mata menjadi penyebab turunnya kasus Covid-19 di daerah Pilkada.

Doni mencontohkan di Sulawesi Utara ( Sulut) yang tujuh kabupaten atau kotanya melaksanakan pilkada.

Sebelum pilkada, Sulut merupakan provinsi dengan daerah zona merah atau risiko penularan Covid-19 tinggi.

Namun setelah pelaksanaan pilkada berubah menjadi zona oranye atau risiko penularannya sedang.

 Zona oranye Sulut dari dua belas menjadi delapan kota atau kabupaten sedangkan zona kuning atau risiko Covid-19 rendah dari tiga menjadi menjadi kabupaten atau kota,” jelasnya.

Di sisi lain, Doni mengatakan, Aceh yang tidak ada Pilkada, justru angka positif Covid-19 nya meningkat.

Menurut Doni, hal itu menunjukkan, fenomena pilkada di tengah Covid-19 sangat dipengaruhi faktor disiplin.

“Artinya, ada atau tidak ada pilkada, asal masyarakatnya disiplin, maka Covid-19 tetap bisa dicegah atau dikurangi,” tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved