Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Pengakuan Suami yang Bunuh Istri Hamil 7 Bulan : Akal Sehat Ga Tega Tapi Emosi

Kepada polisi, tersangka S mengaku membunuh lantaran emosi melihat istri sirinya yang selalu cemburu.

Editor: Salma Fenty Irlanda
Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNMATARAM.COM Seorang pria berinisial S (47) mengakui telah membunuh Neng Yeti (33), istri sirinya yang kini tengah hamil 7 bulan.

Pembunuhan itu dilakukan di kontrakan korban di Kampung Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).

Setelah enam hari pengejaran, S akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung di rumah temannya di Jawa Tengah, Kamis (23/10/2020).

Baca juga: Niat Hati Menolong Beri Tumpangan, Ibu Hamil Ini Malah Tewas di Tangan Orang yang Ditolong

Kepada polisi, tersangka S mengaku membunuh lantaran emosi melihat istri sirinya yang selalu cemburu.

"Kalau dibilang tega, secara akal sehat sih ya enggak tega. Tapi karena emosi tadi itu, dia (korban) selalu cemburuan sama saya, selalu berprasangka jelek sama saya, selalu nuduh sama saya, nuduh main perempuan.

Padahal enggak ada Pak," kata S di Mapolresta Bandung, Jumat (23/10/2020).

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan (KOMPAS.COM/HANDOUT)

S mengaku tersulut emosi karena korban memaksa ingin melihat ponsel miliknya.

Baca juga: Sudah Telantarkan Istri Sah dan Anak, Pria Ini Juga Dilaporkan karena Hamili Gadis 17 Tahun

Emosi membuat S gelap mata dan menghabisi istrinya dengan pisau.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku membawa harta benda korban dan melarikan diri ke Jawa Tengah.

"Lari ke Jateng pakai bus dari Tasikmalaya," ucap S.

Baca juga: Gegara Dipicu Cemburu, 6 Anak Punk Aniaya Teman hingga Tewas, Mayat Ditemukan di Sungai

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, hubungan pelaku dan korban sudah berlangsung selama satu tahun.

Dari hubungan tersebut, keduanya memiliki anak yang masih dalam kandungan korban.

"Beberapa hari sebelumnya menggelar syukuran (7 bulanan), lalu dilakukan pembunuhan ini," ucap Hendra.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan, atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan.

Malam Sebelumnya Tetangga Dengar Istighfar & Pintu Ditendang

Nahas dialami oleh seorang wanita hamil bernama Neng Yeti (33).

Dua bulan lagi seharusnya menjadi hari bahagia bagi Neng Yeti menyambut kelahiran anaknya, tetapi ia justru ditemukan tewas.

Mayatnya ditemukan di sebuah kontrakan Jalan Kampung Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Sepenggal Kisah Cinta Mayat Wanita Hamil dalam Karung, Berkorban Demi Suami TNI Meski Kerap Dianiaya

Baca juga: Tanda Kekerasan Ditemukan di Tubuh Mayat Wanita Hamil dalam Karung, Suami Korban Kunci Kematian

Malam sebelum penemuan mayat, warga sudah mencurigai adanya hal yang tidak wajar dari dalam kontrakan wanita itu.

Baru pada Sabtu pukul 18.00 WIB penghuni bernama Neng Yeti (33) itu ditemukan tak bernyawa.

Suara istigfar dan pintu ditendang

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan menyebut, salah satu saksi bernama Wiwin masih melihat korban menonton televisi pada hari Jumat.

Sedangkan pada Sabtu pukul 01.00 WIB, saksi mendengar keanehan dari tempat tinggal Yeti.

Seolah ada suara orang tengah bertengkar di rumah korban. Setelah itu, saksi juga mendengar suara istigfar.

"Terdengar menyebut Astagfirullahaladzim, dan terdengar suara tendangan pintu kamar kontrakan korban berkali-kali," ucap Hendra dalam pesan singkat, Kamis (22/10/2020).

Kejadian itu diperkirakan terjadi selama sekitar 30 menit.

Selanjutnya, ada suara batuk-batuk dan seperti orang sedang mual.

Tak keluar rumah seharian

Saksi lain, Dede, merasa curiga dengan Yeti yang tidak keluar rumah seharian.

Padahal biasanya, Yeti membeli sarapan di tempat Dede setiap pagi.

Sabtu petang itu, Dede ingin memberi makanan kepada Yeti, namun tak ada respons dari dalam rumah.

Dia lalu menanggil penjaga kontrakan, Mulyadi, untuk mengecek.

"Saat saksi Mulyadi membuka pintu, kemudian saksi Dede masuk ke dalam kontrakan kamar korban dan melihat korban sudah terlihat terlentang, meninggal dunia," ucap dia.

Diduga korban pembunuhan

Saksi lalu segera melaporkan temuan itu kepada RW dan petugas kepolisian.

Melihat kondisi mayat, polisi menduga bahwa Yeti merupakan korban pembunuhan.

Sebab terdapat luka sayatan di bagian dagu sebelah kiri dan luka lebam di bagian wajah korban.

Polisi sempat melakukan autopsi kepada korban di RSHS Bandung.

"Diduga tindak pidana pembunuhan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung AKP Bimantoro Kurniawan melalui pesan singkat, Kamis (22/10/2020).

Korban tengah hamil

Dalam pemeriksaan tubuh jenazah, diketahui bahwa Yeti ternyata sedang hamil.

"Korban Neng Yeti tengah mengandung 7 bulan," kata Bimantoro.

Bahkan diketahui bahwa Yeti baru saja menggelar syukuran kehamilan 7 bulan.

Polisi saat ini terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diperkirakan lari ke wilayah Jawa Tengah. (Kompas.com/ Kontributor Bandung, Agie Permadi/ Abba Gabrillin/ Kontributor Bandung, Agie Permadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Pengakuan Pria yang Bunuh Istrinya Saat Sedang Hamil 7 Bulan" dan "Terdengar Suara Istigfar dan Pintu Ditendang Berkali-kali, Wanita Hamil 7 Bulan Ditemukan Tewas".

BACA JUGA di Tribunnewsmaker.com dengan judul Bunuh Istri Siri yang Hamil 7 Bulan, Pengakuan Suami yang Emosi karena Korban Cemburuan & Menuduh

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved