Breaking News:

Virus Corona

Sederet Kasus Pernikahan Jadi Duka karena Pengantin Positif Covid-19, Ada yang Meninggal Sekeluarga

Tak sedikit pesta pernikahan justru berakhir petaka setelah pengantin, keluarga, maupun tamunya terpapar Covid-19.

Editor: Salma Fenty Irlanda
Pixabay
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUNMATARAM.COM - Tingginya angka Covid-19 di Indonesia salah satunya berasal dari klaster pernikahan.

Tak sedikit pesta pernikahan justru berakhir petaka setelah pengantin, keluarga, maupun tamunya terpapar Covid-19.

Akibatnya, pernikahan bahagia justru berakhir duka.

Baca juga: Beda dari Menkes Negara Lain, Kehadiran Terawan di Forum WHO Tak Paparkan Data Penanganan Covid19

Baca juga: 5 Kota Indonesia Tertinggi Kematian karena Covid-19, Inilah Update Corona Hari Ini 2 November 2020

Sejumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air tercatat terjadi pada pengantin usai pesta pernikahan.

Bukan hanya sang mempelai, melainkan anggota keluarganya ada yang dinyatakan terinfeksi hingga meninggal dunia.

Berikut sederet kasus-kasus tersebut:

1. Sesak napas setelah pernikahan, rupanya pengantin positif Covid-19

Sekitar bulan September 2020, pasangan pengantin di Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluh sesak napas setelah melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, keduanya juga mengalami batuk dan pilek.

Pengantin tersebut akhirnya memeriksakan diri.

"Kemudian dia (pasangan pengantin) swab secara mandiri ke rumah sakit. Setelah keluar hasilnya positif Covid-19 keduanya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Purwanti.

Adapun sebelum menikah, mempelai laki-laki memang baru saja pulang dari Jakarta untuk melangsungkan pernikahan.

Prosesi pernikahan itu digelar di rumah mempelai wanita di Kebakkramat, Karanganyar.

Setelah kejadian tersebut, belasan orang yang terlibat dalam acara diharuskan mengikuti tes swab.

2. Pengantin perempuan meninggal, ayah dan ibu menyusul tiada

Seorang pengantin perempuan di Sragen, Jawa Tengah, berinisial LD meninggal karena Covid-19.

Satu hari kemudian, ibu LD juga menyusul meninggal dunia.

Lalu, ayah LD yang juga terkonfirmasi positif corona juga meninggal tiga hari setelah kematian istrinya.

"Jadi tiga orang meninggal dunia karena terpapar Covid-19," kata Edi Subagjo, Kepala Desa Wonorejo.

Pengantin perempuan memang diketahui bekerja di Jakarta. Setibanya dari Jakarta, LD mengeluh sakit.

Namun, ia menolak dirawat inap lantaran sebentar lagi akan menikah.

Pernikahan digelar secara sederhana pada Sabtu (24/10/2020) di Sragen, Jawa Tengah.

Dua hari kemudian, LD pergi ke Wonogiri untuk mengikuti acara ngunduh mantu.

Namun, ia harus dibawa ke rumah sakit lantaran merasakan sakit.

"Kemudian diisolasi karena terkait Covid-19," kata Edi.

Tak hanya LD, ibu dan ayahnya pun dirawat di rumah sakit berbeda lantaran terinfeksi Covid-19.

Sempat dirawat 11 hari, LD meninggal dunia. Manyusul kemudian kedua orangtuanya secara berurutan.

3. Adik dan ibu pengantin meninggal dunia

Sekitar Juni 2020, sebuah pernikahan digelar di Semarang Timur.

Usai acara akad itu, adik pengantin jatuh sakit dan dilarikan ke RS Agung Semarang.

Sang adik yang sempat menjalani tes swab meninggal dunia ketika hasil pemeriksaannya belum keluar.

Ia kemudian dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil laboratorium keluar.

Pada waktu bersamaan, ayah dan ibu pengantin juga mengalami sakit dan dinyatakan terinfeksi corona.

Sang ibu kemudian menyusul meninggal dunia dengan status positif Covid-19.

Setelah kejadian itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan tes swab pada anggota keluarga dan tamu yang hadir di acara pernikahan tersebut.

Cara Aman Adakan Resepsi di Tengah Pandemi

Sejumlah daerah di Indonesia telah memperbolehkan warganya untuk menggelar resepsi pernikahan, dengan syarat acara itu diadakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Di Kabupaten Bogor, Bupati Ade Yasin memutuskan untuk memberi lampu hijau bagi warga di wilayahnya menggelar resepsi pernikahan dalam kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau praadaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Saat ini resepsi pernikahan sudah boleh, ini kan yang dinanti oleh masyarakat dari kemarin.

 Nekat Adakan Resepsi Mewah di Tengah Wabah Corona, Kapolsek Kembangan Dicopot dari Jabatannya

Tapi tetap berjalan dengan syarat 30% dari kapasitas tempat dan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya kepada kantor berita Antara, Minggu (19/7/2020).

Selain mengatur jumlah hadirin dalam acara resepsi pernikahan, peraturan bupati yang mulai berlaku sejak 17 Juli itu memberlakukan sanksi denda senilai Rp 50.000 bagi warga yang tidak mengenakan masker di tempat umum.

Perhelatan resepsi pernikahan juga diperbolehkan di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Istimewa)

Masyarakat yang hendak mengadakan acara tersebut, menurut Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, harus mengurus izin secara berjenjang dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Bagi warga yang akan melakukan acara resepsi pernikahan harus mengurus izin mulai dari RT, Lurah dan Dinas Kesehatan," ujarnya, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

 Tunangan Tak Datang di Hari Pernikahan dan Ingkari Janji, Calon Mempelai Wanita Lapor Polisi

Penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, harus benar-benar dipatuhi agar lokasi resepsi pernikahan tidak menjadi lokasi penyebaran Covid-19.

"Bagi siapapun penyelenggara acara resepsi pernikahan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan akan ditindak tegas oleh aparat keamanan dalam hal ini polisi dan Satpol PP dengan membubarkan acara saat itu juga," ujarnya.

Diperbolehkannya kembali gelaran resepsi pernikahan di sejumlah daerah merupakan perubahan besar sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Pada 19 Maret lalu, Kapolri mengeluarkan maklumat dengan nomor Mak/2/lll/2020 yang melarang berbagai kegiatan, termasuk resepsi pernikahan.

 Viral Ibu Pengantin Perempuan Ngamuk Hentikan Upacara Pernikahan di Lombok, Keluarga Tak Diberi Tahu

Bagaimana protokol kesehatan di resepsi pernikahan?

Dalam simulasi acara dan resepsi di Kota Pontianak, 14 Juli lalu, Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia Kalimantan Barat menjelaskan sejumlah tahapan terkait protokol kesehatan yang harus ditaati undangan dan penyelenggara.

Tahapan pertama, setiap tamu undangan dan panitia penyelenggara harus mencuci tangan sebelum memasuki tempat acara.

Semua individu juga harus diperiksa suhu tubuhnya.

Tamu diwajibkan menggunakan masker. Pengantin beserta keluarga dan panitia pun tak terkecuali.

 Mantan Suaminya Ditahan, Angel Lelga Tegaskan Pernikahannya dengan Vicky Prasetyo Bukan Settingan

Di gedung resepsi harus ada tanda untuk menjaga jarak. Kursi, antrean makan, dan antrean pelaminan akan diberikan batas jarak setiap orangnya.

Sementara di pelaminan, tamu undangan dan pengantin harus menjaga jarak aman dan tidak diperbolehkan bersalaman.

Tamu undangan juga tidak diperkenankan menyumbang lagu di acara resepsi.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, memberi masukan, jika pernikahan akan digelar di hotel, jumlah undangan yang datang ke lokasi mesti dibagi dalam beberapa sif.

"Jangan semua undangan datang dalam waktu yang sama," ujarnya sebagaimana dikutip harian Kompas.

CEO Event & Wedding Organizer BZ Group, Zul Fahmi, mengamini ada banyak hal yang berubah.

Hand sanitizer akan disediakan di berbagai lokasi, seperti di meja makanan, pintu masuk, dan beberapa tempat strategis lainnya.

Setiap vendor juga wajib membersihkan semua alatnya dengan disinfektan sebelum digunakan.

Semua pekerja dilengkapi masker, face shield, dan sarung tangan.

"Kami akan terapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan instruksi pemerintah.

Bahkan di kami juga ada klinik kesehatan, yang bisa kami optimalkan jika ada tamu undangan yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat Celsius untuk dicek kesehatannya," katanya seusai simulasi resepsi pernikahan.

(Kompas.com /Riska Farasonalia, Labib Zamani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus-kasus Pengantin Positif Covid-19 Usai Pernikahan, Ada yang Meninggal Sekeluarga"

dan judul "Pernikahan Saat Pandemi, Dilarang Bersalaman hingga Tak Boleh Sumbang Lagu Saat Resepsi"

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Kasus-kasus Pernikahan Jadi Duka setelah Pengantin Positif Covid-19, Ada yang Sekeluarga Meninggal

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved