Breaking News:

TERUNGKAP Pemilik Mobil yang Terparkir di Kanopi Pinggir Jalan Mataram, Sempat Minta Foto Dihapus

Potret garasi 'ilegal' yang sengaja dibangun di pinggir jalan untuk tempat parkir mobil dinas belakangan viral di Mataram, NTB.

(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
tangkapan layar foto mobil dinas terparkir di pinggir jalan menggunakan kanopi. 

Tanggapan Dishub

Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh turut angkat bicara.

Menurutnya, parkir mobil di bahu jalan kota memang dianggap sah karena selama ini tidak ada aturan yang melarangnya.

Namun demikian, bukan berarti lantas dapat seenaknya dengan membuat garasi di sana.

Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan salah seorang pejabat yang tinggal di perumahan tersebut sangat disayangkan.

Pasalnya, bangunan kanopi yang dibuat untuk lokasi parkir mobil dinasnya tersebut dapat mengganggu pengguna jalan lain.

"Karena ada kanopi itu, jadi kesannya dia bergarasi di sana. Pemasangan kanopi itu juga kan mengurangi fungsi jalan, kanopinya hampir mau setengah jalan. Nah itu tidak boleh seperti itu," kata Saleh , dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan camat setempat untuk menyelesaikan persoalan.

Dengan harapan, agar pemilik kendaraan mobil dinas tersebut dapat diberikan teguran dan segera membongkar garasinya yang berada di jalan.

"Intinya, mau pelat merah, putih, kuning, hitam, kalau menganggap jalan sebagai garasinya itu salah," kata Saleh.

Belum Ada Regulasi yang Jelas

Terkait dengan persoalan parkir di bahu jalan itu, Saleh mengatakan memang belum ada regulasi yang melarangnya.

Namun demikian, ia tetap menyayangkan sikap yang dilakukan warga tersebut.

Sebab, meski tidak ada larangan parkir di bahu jalan, bukan berarti lantas dapat seenaknya membuat bangunan kanopi yang hampir memakan setengah badan jalan.

Pasalnya, hal itu dapat mengurangi fungsi jalan yang seharusnya.

"Belum ada Perda yang mengatur parkir di jalan kota, di dalam perumahan belum ada. Parkirnya sih sah-sah saja, hanya saja kemudian di bawah kanopi kesannya seperti dia menguasai," kata Saleh, Sabtu (14/11/2020).

Menyikapi persoalan tersebut, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan camat setempat.

Termasuk akan memberikan teguran kepada warga yang bersangkutan. Baik secara lisan maupun secara tertulis.

Camat Akan Tegur

Senada juga disampaikan Camat Sandubaya Sahrudin. Menurutnya, tindakan dengan membuat kanopi di jalan sebagai tempat parkir itu sangat disesalkan.

Apalagi, hal itu dilakukan oleh seorang pejabat yang seharusnya dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat.

Sebagai penyikapannya, ia mengaku akan memberikan teguran terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

"Lokasinya di jalan Pakis, nomor 23 BTN Turide, saya dapat laporan dari masyarakat mengganggu ini (bangunan kanopi)" kata Sahrudin.

"Pejabat itu harus menjadi contoh, saya kira nanti kita menegur terlebih dahulu," tambahnya.

Aturan tentang parkir

Adapun aturan mengenai perparkiran sebenarnya telah tertuang dalam Pasal 275 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi: "Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Kemudian, dipertegas kembali pada Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (PP Jalan) yang menyebutkan, setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

Maksud dari "terganggunya fungsi jalan" adalah, berkurangnya kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas karena adanya penumpukan barang/benda/material di bahu jalan, berjualan di badan jalan, parkir, dan berhenti untuk keperluan lain selain dalam keadaan darurat.

tribunnews
Sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan karena pemiliknya tak punya garasi, diderek petugas gabungan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan. ()

Khusus di Jakarta, aturan perparkiran tertuang Dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 mengenai transportasi, aturan memiliki garasi tertuang dalam pasal 140 ayat satu sampai dengan lima, dengan bunyi ;

(1) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi.

(2) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor dilarang menyimpan kendaraan bermotor di ruang milik jalan.

(3) Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat.

(4) Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepemilikan kendaraan bermotor diatur dengan peraturan gubernur. 

(Kompas.com/ Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid) (TribunMataram.com/ Salma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Saya Iseng, Penasaran Melihat Kanopi di Jalan Itu Apakah Sementara, Pas Dilihat Ternyata Masih""

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul TERBONGKAR Pemilik Mobil yang Terparkir di Kanopi Pinggir Jalan Mataram, Sempat Minta Foto Dihapus

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved