Breaking News:

MENGAPA TNI & Polri Ikutan Repot Tangani Rizieq & FPI? Sindiran Jusuf Kalla: Ada Kekosongan Pemimpin

Mengapa TNI dan Polri sampai ikutan repot terjun hadapi Habib Rizieq Shihab dan FPI? Sindiran mantan Wapres Jusuf Kalla: Ada kekosongan pemimpin! 

Dok Tribunnnews
Mantan Wapres Jusuf Kalla sampai ikutan komentari permasalahan Habib Rizieq Shihab dan FPI yang ikutan bikin repot TNI dan Polri. 

TRIBUNMATARAM.COM - Mengapa TNI dan Polri sampai ikutan repot terjun hadapi Habib Rizieq Shihab dan FPI? Sindiran mantan Wapres Jusuf Kalla: Ada kekosongan pemimpin! 

Pasca kepulangannya ke Indoneisa Habib Rizieq Shihab terus menjadi sorotan.

Mulai dari sejumlah pernyataan Habib Rizieq sampai baliho Habib Rizieq Shihab yang dibongkar aparat keamanan.

Mantan wakil Presiden Jusuf Kalla ( JK ) turut mengomentari masalah ini.

"Kenapa masalah Habib Rizieq begitu hebat permasalahannya, sehingga polisi, tentara turun tangan, seperti kita menghadapi sesuatu yang goncangan," ujar JK saat acara webinar kebangsaan yang digelar PKS, Jumat (20/11/2020) malam.

"Kenapa itu terjadi? Ini menurut saya, karena ada kekosongan pemimpin. Kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," sambung JK.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab. Mayjen TNI Dudung Abdurachman berani usul bubarkan FPI dan perintahkan prajuritnya copot baliho Habib Rizieq.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab. Mayjen TNI Dudung Abdurachman berani usul bubarkan FPI dan perintahkan prajuritnya copot baliho Habib Rizieq. (YouTube/ Kompas.com)

Menurut JK, persoalan Habib Rizieq merupakan suatu indikator, bahwa proses sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia harus diperbaiki.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percaya DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercayai partai-partai, khususnya partai Islam untuk mewakili masyarakat itu, kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan, yang punya aspirasi," papar JK.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, kata JK, harus menjadi bahan evaluasi semua pemangku kepentingan, khususnya PKS dan partai-partai Islam lainnya.

"Ada kekosongan suatu sistem, atau cara demokrasi, khususnya dalam ideologi keislaman, yang kemudian diisi Habib Rizieq," papar JK.

Halaman
1234
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved