Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Petugas Honorer Mendadak Diusir Tanpa Alasan Jelas, Warung Anak Dituduh Jadi Tempat Maksiat

Namun setelah bertahun-tahun menempati rumah itu, orangtua tunggal itu akhirnya diusir tanpa alasan yang jelas.

(KOMPAS.COM/SYARIFUDIN)
Oni Hadijah, warga Kelurahan Sarae, Kota Bima, bersama anak perempuannya hidup telantar karena tak memiliki rumah setelah diusir dari rumah dinas tempat ia bekerja. 

Ia juga bingung penyebab ia dikeluarkan oleh atasannya sendiri.

Namun belakangan, peristiwa ini diduga ada rentetan dengan keberadaan sebuah warung kopi milik putri pertama Oni yang tak jauh dari kantor tempat ia bekerja.

Pasalnya, sebuah warung kecil yang berada di pinggir jalan itu diisukan sebagai tempat mesum, hingga membuat atasanya geram. Ia kemudian diusir dan kini terpaksa hidup telantar.

"Saya juga bingung salahnya apa. Cuma dengar informasi, ini ada hubungan dengan tempat jualan anak saya. Mereka bilang warung itu sering didatangin tamu malam-malam, bahkan dikatakan jadi tempat maksiat. Makanya saya kaget, apa mungkin warung terbuka seperti itu jadi tempat maksiat. Menurut saya, ini alasan yang sengaja dibikin-bikin agar saya keluar dari rumah dinas itu," tutur Bu Oni

Ia mengatakan sudah lama menempati rumah itu. Ia tinggal di rumah dinas milik kantor Camat Rasanae Barat sejak tahun 2013 lalu atas kebijakan camat waktu itu, Lalu Sukarsana.

Namun setelah bertahun-tahun ditinggali, mendadak dia dihubungi langsung oleh atasan barunya. Dia diminta untuk segera angkat kaki dari rumah yang ditumpanginya itu.

Segala upaya sudah dilakukan Bu Oni untuk meminta kebijakan camat.

Ia meminta waktu selama beberapa hari untuk tinggal di rumah itu sambil mencari rumah kontrakan, agar ia bersama anak bungsunya punya tempat untuk berlindung di tengah pendemi Covid-19.

"Saya sudah minta toleransi, tapi tidak diberikan.  Pas siang-siang sekitar pukul 14.00, tiba-tiba datang anggota polisi, TNI dan Pol PP langsung meminta saya keluar. Katanya, ini atas perintah Ibu Camat," ujar Oni.

Setelah angkat kaki dari rumah dinas tersebut, kini Oni Hajidah bersama anak gadisnya berusia 20 tahun hidup terlunta-lunta. Ia pun sempat kebingungan untuk mencari tempat tinggal.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved