Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Petugas Honorer Mendadak Diusir Tanpa Alasan Jelas, Warung Anak Dituduh Jadi Tempat Maksiat

Namun setelah bertahun-tahun menempati rumah itu, orangtua tunggal itu akhirnya diusir tanpa alasan yang jelas.

Editor: Salma Fenty Irlanda
(KOMPAS.COM/SYARIFUDIN)
Oni Hadijah, warga Kelurahan Sarae, Kota Bima, bersama anak perempuannya hidup telantar karena tak memiliki rumah setelah diusir dari rumah dinas tempat ia bekerja. 

Akhirnya Oni ditawari tinggal di rumah besannya.

"Alhamdulillah, mereka mau menampung sambil mencari tempat baru," tuturnya

Awal penderitaan

Dengan menahan tangis, Bu Oni bicara dengan terbata-bata, menceritakan pengalaman hidup yang dijalaninya.

Sebelum pisah dari suaminya, kehidupan Oni Hadijah masih serba tercukupi. Ia hidup bahagia bersama sang suami dan ketiga anaknya di Lingkungan Gilipanda, Kelurahan Sarae.

Namun, semenjak ia bercerai dengan suaminya tahun 2004 silam, semuanya berubah.

Ia harus berjuang untuk hidup, menyekolahkan dan memberi makan anak-anaknya lantaran suami yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga memilih berpisah dan menikahi perempuan lain.

Beberapa tahun setelah berpisah dari suaminya itu, Oni bekerja sebagai petugas cleaning service sekaligus ikut menjaga kantor Camat Rasanae Barat sejak tahun 2008 lalu.

Dengan gaji seadanya, ia berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup meskipun penghasilannya menjadi pegawai honorer K2 masih belum cukup.

"Tiap bulan saya digaji Rp 725.000. Kalau dibilang cukup, ya dicukup-cukupin saja. Cuman masalahnya, gaji ini dibayar tidak tepat waktu, mas. Biasanya dibayar dua sampai empat bulan sekali. Sementara kebutuhan sehari-hari seperti beras dan sayur harus dibeli, belum lagi untuk anak," ucapnya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved