Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun Lumpuh, Terkulai Lemah di Kereta Bayi Tak Sanggup Beli Kursi Roda

Ia tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sekalipun hidup dalam kekurangan.

(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)
Seorang bocah sudah 7 tahun lumpuh di Manggarai Timur, NTT, Jumat, (26/11/2020). 

TRIBUNMATARAM.COM - Derita Fransiskus Eko (7) lumpuh sejak lahir, cuma terkulai lemas di kereta bayi.

Urbanus Seong dan istrinya sudah mencoba berbagai cara untuk mengobati putranya, Fransiskus Eko.

Ia tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sekalipun hidup dalam kekurangan.

Baca juga: Tukang Sepatu 19 Tahun Rawat Istri yang Lumpuh Hingga Meninggal Dunia, Koestomo: Saya Mengikhlaskan

Baca juga: Tak Ada Keluh Koestomo, Tukang Sepatu yang 21 Tahun Rawat Istri Lumpuh, Kini Anak Sulung Ikut Lumpuh

Fransiskus Eko (7), bocah asal Dusun Leke, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, sudah 7 tahun lumpuh. 

Sejak 7 tahun lalu hingga sekarang, Fransiskus hanya bisa duduk lemas di kereta bayi miliknya. Ia tidak bisa berjalan dan berdiri, bahkan untuk duduk pun tidak.  

Fransiskus hanya menghabiskan hari-harinya di atas kereta bayi yang usang termakan usia.

Hanya kereta yang bisa dibeli orangtuanya sebagai alat bantu bagi Fransiskus  agar bisa duduk dan bergerak. Tiap hari ia hanya bisa duduk dan sandar di kereta pembelian orangtuanya.

Jumat (26/11/2020), Kompas.com mendapatkan informasi dan memutuskan untuk menemui bocah ini bersama orangtuanya di kediaman mereka.'

Tiba di rumah, Fransiskus yang didampingi sang  ayah tengah duduk santai di kereta tuanya.

Keduanya tampak lagi asik di atas tenda rumah berdinding pelepuh bambu dan lantai tanah. Semua isi rumah terlihat serba sederhana. 

Mereka menyambut kami penuh gembira. Tak disangka, Fransiskus menyalami kami sambil menyebut namanya. Momen itu sungguh haru. Kami pun duduk dan disuguhi kopi tanpa gula ala Manggarai Timur. 

Sambil seruput kopi, kami berbincang tentang kondisi Fransiskus yang sudah 7 tahun lumpuh.

Ayahnya, Urbanus Seong, menceritakan, Proses persalinan anak keduanya itu dibantu seorang dukun. Ia lahir kondisi normal. Tidak ada kekurangan apapun. 

Satu minggu kemudian, muncul merah-merah di seluruh badan Fransiskus. Selain itu, buah pelirnya membengkak. Dari hari ke hari, terus membesar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved