Breaking News:

Nelangsa Nelayan Benur di Lombok NTB, Edhy Prabowo Ditangkap, Benih Lobster Tetap Dibeli Murah

Kehidupan mereka tetap tak tentu dengan harga benur yang dibeli murah oleh tengkulak meski sangat sulit mendapatkannya.

KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
Nelayan benur di Lombok 

“Misalkan hari ini diambil sama pengepul itu Rp 15.000, hari besok di bawah Rp 5.000, itu bisa,” kata Bahri.

Perubahan harga jual lobster, menurut Bahri, tentu tidak baik bagi nelayan.

Dia menyebutkan, saat nelayan mendapatkan banyak benih lobster, tiba-tiba harganya turun anjlok di bawah Rp 5.000.

Waktu harganya anjlok, Bahri pernah cuma mendapatkan Rp 50.000 dari hasil tangkapan benur.

Uang sebesar itu, hanya cukup mengganti uang biaya operasional bensin per tahunnya.

Menurut Bahri, ada dua macam nelayan lobster. Ada yang terikat perusahaan dan ada yang tidak terikat.

Nelayan terikat dengan perusahaan adalah yang alat tangkapnya difasilitasi oleh perusahaan melalui tengkulak.

Akibatnya, mau tidak mau nelayan itu harus menjual kepada tengkulak berapa pun harganya.

Sedangkan tipe yang kedua, nelayan lobster sepertinya memilih untuk membuat alat tangkapnya sendiri dengan biaya dari kantong pribadi.

Nelayan semacam ini lebih leluasa memilih untuk menjual lobster kepada tengkulak yang menawarkan harga yang paling tinggi.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved