Breaking News:

INGATKAN Bahaya Politik Identitas, SBY Kenang Gagal Jadi Calon Wapres Megawati, Demokrat Kalah 2014

Ingatkan bahaya politik identitas, Susilo Bambang Yudhoyono kenang kegagalan jadi Calon Wakil Presiden-nya Megawati dan kekalahan Partai Demokrat.

Editor: Agung Budi Santoso
TribunMataram Kolase/ Kompas TV/ Instagram
SBY dan kenangan bersama almarhumah Ani Yudhoyono 

TRIBUNMATARAM.COM, JAKARTA - Ingatkan bahaya politik identitas, Susilo Bambang Yudhoyono kenang kegagalan jadi Calon Wakil Presiden-nya Megawati dan kekalahan Partai Demokrat di Pemilu 2014.

Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai polarisasi politik di Indonesia menguat sejak Pilkada 2017.

Sejak saat itu, SBY menilai politik identitas telah menjadi unsur utama dalam kontestasi politik di Indonesia.

"Terus terang ya sejak Pilkada tahun 2017 Saya melihat polarisasi yang tajam dalam dunia politik. Identitas menjadi unsur utama dalam politik, dalam kontestasi pilkada, bahkan pemilu pada tingkat nasional," ujar SBY dalam wawancara yang dilihat Tribunnews.com dari channel Youtube SBY, Sabtu (28/11/2020).

SBY mengatakan kondisi seperti ini tidak baik bagi sebuah bangsa.

SBY menyebut bangsa yang terbelah akan sulit untuk disatukan kembali.

Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, Agus Harimurti Yudhoyono atau Agus Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Anies Baswedan.
Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, Agus Harimurti Yudhoyono atau Agus Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Anies Baswedan. (Tribunnews/Fitri Wulandari/Lendy Ramadhan)

Menurut SBY, terlalu besar dampak akibat politik identitas.

Sehingga SBY mewanti-wanti kepada pihak manapun untuk tidak memanfaatkan politik identitas.

Baca juga: Beredar Kabar Habib Rizieq Shihab ke Cikeas, Staf Pribadi SBY Cuitkan Bantahan

"Siapapun di antara kita yang menyenangi politik identitas, yang menyenangi polarisasi politik yang tajam ini untuk kepentingan politiknya. Tidak bagus dan itu sangat berbahaya. Jangan bermain api. Kalau bermain api terbakar," kata SBY.

SBY mencontohkan polarisasi politik yang terjadi di Amerika Serikat antara pendukung Presiden Donald Trump dan kelompok yang kontra.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved